LAGI NELAYAN INDONESIA DISANDERA PEROMPAK DI MALAYSIA, MENKOPOLHUKAM : BELUM MASUK SISTEM MARSHALL

oleh -532 views

“Semuanya memang karena masalahnya kan perairan Malaysia, yang tidak masuk ke dalam sistem Marshall itu. Kalau di perairan kita itu sudah aman semua karena kita sudah ada sistem marshall. Jadi kalau berlayar di tempat kritis itu harus ada pengawalan bersenjata dari kita itu sudah berjalan,”ucap Wiranto.

images2

JAKARTA (BOS)–Dua nelayan Indonesia kembali disandera perompak saat berada di perairan Malaysia pada Minggu (20/11) kemarin. Aksi penyanderaaan warga Indonesia kerap terjadi.

Menyingkapi hal tersebut Menkopolhukam Jenderal Purn. Wiranto pun angkat bicara. Dia menilai bahwa perairan Malaysia hingga saat ini belum masuk dalam sistem Mashall.
“Semuanya memang karena masalahnya kan perairan Malaysia, yang tidak masuk ke dalam sistem marshall itu. Kalau di perairan kita itu sudah aman semua karena kita sudah ada sistem marshall. Jadi kalau berlayar di tempat kritis itu harus ada pengawalan bersenjata dari kita itu sudah berjalan,”kata Wiranto usai menghadiri Rakernas Kejaksaan di Novotel hotel, Bogor, Jawa Barat, Rabu (23/11)

Apalagi, lanjut Wiranto, banyak warga negara Indonesia yang bekerja di Malaysia. Khususnya di Sabah.

“Banyak sekali penduduk kita jumlahnya cukup banyak 600 keluarga kerja di sabah. Di wilayah Malaysia,”tutur Wiranto.

Meski demikian, lanjut Wiranto, guna menghadapi penyanderaan ataupun aksi perompak di perairan Malaysia, pihaknya akan bekerjasama Bilateral dengan negara Malaysia.

“Kemudian jadi sandera. Kita sedang menyelesaikan secara hubungan bilateral dengan negara malaysia dengan menteri luar negeri kita,”pungkasnya

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arrmanatha Nasir membenarkan kabar penyanderaan dua nelayan Indonesia di perairan Sabah, Malaysia, pada Sabtu (19/11) malam. Akan tetapi dia belum memberikan rincian atas kasus tersebut.

Peristiwa penculikan dua nelayan Indonesia dilaporan oleh kepala keamanan Malaysia di Sabah, Wan Abdul Bari Wan Abdul Khalid, pada Minggu (20/11) (BAR) Foto: Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *