PRESIDEN JOKOWI CETUS TOL LAUT, JAKSA AGUNG GULIRKAN PROGRAM JAKSA MASUK LAUT

oleh -266 views

Jaksa AGUNG HM Prasetyo bersama wakilnya, DR Arminsyah FOTO bersama dengan petinggi TNI

JAKARTA (BOS)–Tidak hanya Presiden Joko Widodo saja yang mengulirkan ide kreatif dalam mensiasati sulitnya pasokan barang-barang kebutuhan pokok masyarakat masuk ke berbagai wilayah dengan inovasi baru yakni pengadaan tol laut.

Hal yang samapun dilakukan Jaksa Agung, HM Prasetyo yang mengulirkan program Jaksa Masuk Laut  (JML). Program ini ditujukan untuk mencegah maraknya pencurian ikan maupun kejahatan lainnya di perairan nusantara.

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman hukum kepada masyarakat nelayan, petambak, maupun pembudidayaan perairan,”kata Jaksa Agung, HM Prasetyo saat bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Supandi dan segenap pejabat utama TNI AL di atas KRI Surabaya-591, sebuah kapal Landing Platform Dock (LPD) Commando di gugusan Pulau Seribu, Selasa (1/5/2018).

Orang nomor satu di institusi Adhyaksa ini juga menegaskan maraknya pencurian perikanan yang terjadi dewasa ini, tidak hanya sekadar menjadi ancaman bagi sumber kekayaan alam Indonesia dan mengganggu upaya Pemerintah untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan tetapi juga menjadi ancaman besar bagi kedaulatan perairan Indonesia.

“Melalui Program Jaksa Masuk Laut, Kejaksaan dan TNI AL bersama-sama membangun kesadaran dari masyarakat untuk menjaga laut Indonesia dari berbagai dimensi kejahatan sekaligus mengefektifkan koordinasi dalam proses penegakan hukum,”ujarnya.

Selain itu, Jaksa Agung mengapresiasi inisiatif Kepala Staf TNI Angkatan Laut beserta jajarannya untuk semakin mempererat hubungan kerja sama melalui acara minum kopi bersama tersebut.

Jaksa Agung juga mengatakan dibalik pribahasa seduhan kopi ada persahabatan yang dihidupkan.

“Sekalipun kita memakai seragam yang berbeda namun sejatinya kita memiliki tekad serta tanggung jawab yang sama dalam mengawal berlangsungnya kehidupan demokrasi yang menjamin tetap terjaganya NKRI berdasarkan hukum,” kata Prasetyo.

Acara minum kopi bersama itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang baik dan efektif dalam rangka menciptakan kerja sama yang solid.

Ditegaskan Jaksa Agung, kegiatan tersebut bisa menghapus sekat perbedaan, mengeliminasi ego sektoral sekaligus mampu meningkatkan kepedulian untuk saling mendukung, melengkapi, dan menguatkan.

Ditempat yang sama Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Jan S. Maringka juga menegaskan melalui program JML pihaknya bisa mengawasi masuknya barang-barang cetakan melalui Pelabuhan dan bandara.

“Kejaksaan melakukan pengawasan terhadap barang cetakan melalui pintu bandara dan pelabuhan,” kata Maringka.

Selain bandara Internasional dan pelabuhan, kata Maringka, Korps Adhyaksa juga mengawasi peredaran barang cetakan di kantor pos serta tempat tertentu yang dianggap rawan.

Mengacu pada UU nomor 3 tahun 2017, Kejaksaan juga berwenang mengawasi buku berwujud elektronik (e-book), sablon, tulisan atau gambar hasil pemikiran yang berpotensin mengganggu ketertiban umum, misalnya berisi penodaan terhadap agama, pornografi, perilaku menyimpang serta hal lain yang melanggar hukum di Indonesia (BAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *