Tenaga Ahli Kominfo Jadi Tersangka Dugaan Keterangan Palsu Korupsi BTS 4G Kominfo

oleh -206 views

BeritaObserver.Com, Jakarta–Diduga memberikan keterangan palsu atau merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi BTS 4G di Kominfo, Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Walbertus Natalius Wisang (WNW) akhirnya harus menerima kenyataan pahit lantaran ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

“WNW ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-52/F.2/Fd.2/09/2023, karena diduga melakukan dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar atau menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (20/09).

Kapuspenkum Kejagung yang akrab disapa Ketut menegaskan, sehari sebelumnya WNW ditangkap berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: PRIN-03/F.2/Fd.2/09/2023.

“Tersangka WNW diamankan oleh Tim penyidik guna dilakukan pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam perkara tersebut. Pasal yang disangkakan terhadap perbuatan,”ujarnya

Selain ditetapkan sebagai tersangka WNW langsung dijebloskan ke rumah tahanan Salemba cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari kedepan.

“Penahanan tersangka dilakukan untuk mempercepat proses penyidikan. Tersangka CB dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung selama 20 hari terhitung tanggal 19 September sampai tanggal 8 Oktober 2023,”ujar Ketut.

Atas perbuatannya, WNW disangkakan melanggar pasal pertama primair pasal 2 Ayat (1) Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara Subsidair pasal 3 Jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
atau pasal 21 atau pasal 22 Jo. pasal 35 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sebelumnya Walbertus sempat memberikan keterangannya sebagai saksi sidang dugaan korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Selasa (19/9).

Seperti diketahui tim penyidik Kejagung menangkap dan membawa Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Walbertus Natalius Wisang usai menjadi saksi untuk terdakwa eks Menkominfo Johnny G Plate di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/9).

Sehari kemudian, WNW akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dugaan merintangi proses penyidikan perkara tersebut.

Dengan penetapan Walbertus sudah ada 12 orang ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan BTS 4G Kominfo

Mereka adalah Anang Achmad Latif (AAL) selaku Direktur Utama Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika, Galubang Menak (GMS) selaku Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Yohan Suryanto (YS) selaku Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020.

Selanjutnya, Mukti Ali (MA) tersangka dari PT Huwaei Technology Investment, Irwan Hermawan (IH) selaku Komisaris PT Solitch media Synergy, dan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkoinfo) Johnny G Plate.

Kemudian Muhammad Yusriski Mulyana dan Windi Purnama dan terbaru Jemmy Sutjiawan (JS) dari pihak swasta, Feriandi Mirza (FM) selaku Kepala Divisi Lastmile/Backhaul Bakti Kominfo, dan Elvano Hatorangan (EH) selaku Pejabat PPK di Bakti Kominfo (Antoni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *