Tegas, Kejati DKI Jakarta Jebloskan Eks Dirut Dapen PT Bukit Asam ZH Ke Rutan

oleh -157 views

BeritaObserver.Com, Jakarta–Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta melalui Tim penyidik Pidana Khusus bertindak tegas menjebloskan 4 tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dana pensiun (Dapen) PT. Bukit Asam tahun 2013 sampai 2018.

Salah satunya yang langsung dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, yakni eks Direktur Utama Dapen PT. Bukit Asam berinisial ZH.

Ketegasan Penyidik Pidsus dibawah pimpinan Nurcahyo selaku Aspidsus tentunya akan membuat para pelaku maupun pihak lain ketakutan dan berpikir panjang untuk melakukan tindak pidana korupsi.

“Para tersangka ZH ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Sedangkan tersangka AC di Rutan Kelas I Pondok Bambu, tersangka RH dan tersangka SAA di Rutan Kelas I Salemba untuk 20 hari kedepan,”kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Syahron Hasibuan, Selasa (23/4).

Syahron Hasibuan membeberkan tersangka ZH selaku Direktur Utama Dana Pensiun Bukit Asam (Dapen PT BA), telah mengelola keuangan dapen BA, dengan melakukan penempatan investasi pada reksadana.

“Namun saham LCGP dan saham ARTI tidak didasari dengan Memorandum Analisis Investasi (MAI) sebagaimana yang disyaratkan dalam pedoman operasional investasi dapen BA. Sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp234.506.677.586,”beber.

Dalam hal ini, untuk investasi Reksadana (Reksadana Millenium Equity Growth Fund dan Millenium Dynamic Equity Fund) dilakukan kesepakatan dengan tersangka AC selaku owner PT. Millenium Capital Manajemen (PT. MCM).

Untuk investasi saham LCGP sambungnya, dilakukan kesepakatan dengan tersangka SAA selaku perantara (broker), sedangkan untuk investasi saham ARTI dilakukan kesepakatan dengan Tersangka RH selaku konsultan keuangan PT. Rabu Prabu Energy.

“Bahwa tersangka ZH dalam penempatan Investasi pada Reksadana Millenium Equity Growth Fund, Millenium Dynamic Equity Fund, saham LCGP dan saham ARTI pada saat performanya sedang tidak bagus (tidak masuk LQ.45). Akan tetapi tersangka AC (PT. MCM), tersangka SAA (PT. SMS) dan tersangka RH (PT. RPE) tetap menawarkannya kepada tersangka ZH dengan janji akan dibeli kembali dengan keuntungan antara 12 sampai 25 persen, sehingga tersangka ZH menyetujui untuk investasi yang dituangkan dalam Surat Kesepakatan,” jelasnya.

Lebih lanjut Syahron menambahkan, ketika jatuh tempo keuntungan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi, sehingga dana pensiun PT Bukit Asam mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp234 miliar, sebagaimana laporan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan DKI Jakarta.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka disangkakan dengan pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Jo. Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Perubahan Atas UU Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *