Peduli Narapidana, Achmad Muchlis Luncurkan Buku: Menjaga Iman, Menuju Tobat Nasuha

0
618
Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Achmad Muchlis

JAKARTA (BOS)–Siapa bilang Jaksa hanya bisa menuntut hukuman bagi seorang terdakwa dimuka persidangan. Faktanya sosok, Achmad Muchlis berbeda dengan Jaksa Penuntut Umum lainnya.

Meski dalam undang-undang Korps Adhyaksa tugas seorang Jaksa ditakdirkan ‘Menuntut’ seorang terdakwa dipersidangan, sosok Achmad Muchlis justru lebih komplit lagi selain menuntut, Acmad Muchlis juga memotivasi para pelaku kejahatan dengan menerbitkan buku yang berjudul : “Menjaga Iman Menuju Tobat Nasuha”

Pria yang pernah meraih juara ke II piala Shidakarya kejuaraan antar Kejaksaan diseluruh Indonesia saat bertugas di Kejaksaan Negeri Wonogiri, Jawa Timur menceritakan tentang buku yang berjudul : Menjaga Iman Menuju Tobat Nasuha” yang berisikan tentang rasa kepeduliannya terhadap para terdakwa dan terpidana narapidana yang terancam hidup dalam jeruji besi lantaran melanggar hukum di Indonesia.

“Saya sempat menerbitkan buku untuk para tahanan (tersangka) yang dipenjara sebagai napi. Saya menerbitkan buku saku tentang panduan agar prilaku terpidana lebih baik. Buku saku berjudul : Menjaga Iman Menuju Tobat Nasuha,”kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Achmad Muhlis saat ditemui redaksi, beberapa waktu yang silam.

Pria yang dekat dengan para pemuka agama ini menegaskan buku berjudul Menjaga Iman Menuju Tobat Nasuha mengharapkan agar para terdakwa ataupun terpidana yang mendekam dibalik jeruji penjara harus bertobat secara sungguh-Sungguh bukan Subuh Tobat, Siangnya kumat.

“Tujuan saya membuat buku tersebut disebabkan kebiasaan seorang penjahat atau tersangka ketika menjadi terpidana dan dijebloskan ke jeruji penjara kehidupannya akan terpuruk dan dia akan frustasi. Karena itulah saya tergerak membangkitkan semangat mereka lewat buku menjaga iman dan menuju Tobat Nasuha,”beber Achmad Muchlis.

Achmad Muchklis menambahkan buku : Menjaga Iman Menuju Tobat Nasuha” berisikan tentang panduan sholat dan Zhikir serta tentang aturan sholat-sholat pendek yang yang perlu dihapalkan.

Selain membuat Buku yang memotivasi para terdakwa dan terpidana, Acmad Muhklis juga mengaku memperhatikan para terdakwa dan terpidana lainnya yang beragama non Muslim.

“Saya juga mendatangkan para pendeta maupun pemuka agama lainnya kedalam Rumah tahanan. Tujuannya agar mereka menyadari tentang pentingnya arti kehidupan ini,”kata Acmad.

Kasie Pidum Kejari Jakarta Timur ini mengaku buku tersebut dia kerjakan sendiri. Sementara masalah biaya percetakannya, dibiayai bersama Corporate Sosial Responbillity (CSR) lainnya yang juga konsent terhadap kehidupan para terdakwa dan terpidana.

“Buku tersebut, saya bagi-bagikan secara gratis buat para napi yang dipindahkan ketempat yang baru. Buku ini saya kerjakan sendiri bersama-sama dengan Corporate Sosial Responbillity (CSR) di Wonogiri,”ujarnya.

Achmad Muchlis juga berjanji dirinya akan berbuat yang terbaik bagi kehidupan umat beraga di Indonesia.
“Selama saya masih diberi kesempatan berbuat baik, saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik,”pungkasnya (BAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here