LANTIK 42 JAKSA, PRASETYO PERINTAHKAN SELURUH JAKSA AGAR TINGKATKAN KUALITAS DIRI

oleh -346 views

JAKARTA (BOS)–Perkembangan tekhnologi kan hari kian semakin berkembang. Kemajuan perkembangan IT pun banyak berdampak positif. Namun tak jarang pula, pelaku kejahatan mulai marak mengunakan sarana tersebut untuk melakukan kejahatan melalui dunia maya. Antara lain, cyber-bullying, prostitusi online serta cyber terorism.

Menyingkapi hal tersebut Jaksa Agung HM Prasetyo memerintahkan 42 jaksa yang baru dilantik seusai mengikuti Pendidikan Pembentukan dan Pelatihan Jaksa (PPPJ) angkatan 75 tahun 2018 agar selalu meningkatkan kualitas diri dalam menanggapi perubahan kejahatan yang semakin canggih.

“Penegakan hukum yang demikian luas, beragam dan kompleks kelak, tidak dapat dihindari akan ditemukannya tantangan aktual berkenaan munculnya aneka ragam, corak dan modus berbagai jenis baru tindak pidana yang tergolong sebagai kejahatan luar biasa dan serius (serious crime), selain tindak pidana korupsi, yang telah biasa dihadapi namun sekarang telah bertransformasi sedemikian rupa,” kata Prasetyo dalam kata sambutannya saat melantikan 42 Jaksa di Aula Adi Sasana Karya Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (10/09).

Menurutnya, dampak kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 (the fourth industrial revolution), selain hal-hal positif, hal negatif Yang harus diawasi adalah timbulnya fenomena kejahatan baru yang tidak kalah rumit dan pelik.

“Teknologi informasi dengan kecanggihan dan karakteristiknya tersendiri dimanfaatkan secara keliru sebagai sarana melakukan berbagai jenis kejahatan seperti carding, pemalsuan data, penyebaran virus untuk merusak ataupun membajak data secara sengaja, cyber-bullying, prostitusi online serta cyber terorism, menjadi tantangan baru yang membutuhkan penanganan ekstra cermat dan memerlukan pemahaman serta keahlian baru tersendiri pula,”kata Jaksa Agung.

Prasetyo menegaskan pada awalnya hanya dikenal sebagai kejahatan kerah putih (white collar crime), namun kini telah berkembang menjadi kejahatan korporasi (corporate crime) dan kejahatan politik (top hat crime), bahkan semakin meluas menjadi kejahatan lintas negara (transnational crime).

“Saya ingatkan seluruh Jaksa yang baru saja dilantik agar dalam menghadapi berbagai persoalan, tantangan dan kendala yang sedemikian beragam tersebut, tidak ada pilihan lain, selain harus selalu meng-upgrade diri agar mampu meresponnya dengan meningkatkan kapabilitas dan kompetensi diri. Perluas wawasan, menguasai setiap masalah, meningkatkan pemahaman atas pengetahuan dan teknologi secara sungguh-sungguh sangatlah diperlukan,”pungkasnya (BAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *