SESJAMPIDSUS AKUI SALAH SATU KORBAN PESAWAT LION AIR JT 610 PERNAH JADI ANAK BUAHNYA

oleh -459 views
Salah satu bukti buku saku milik salah seorang Jaksa yang menjadi penumpang berhasil diketemukan dari sekitar lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

JAKARTA (BOS)–Keluarga besar Korps Adhyaksa turut berduka cita pasalnya 4 anggota Jaksa ikut menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10).

“Betul, salah satunya bekas anak buah saya,”kata Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Fadhil Zumhana secara singkat kepada redaksi, di Kejaksaan Agung, Senin (29/10)

Fadhil enggan mengungkapkan nama Jaksa yang ikut menjadi korban pesawat Lion Air tersebut. Fadhil pun langsung bergegas menuju ruang Kapuspenkum Kejagung.

Sementara itu, menurut Toto Staff dibagian Penerangan Hukum, sosok Andri Wiranofa, Jaksa yang bertugas di Kejati Pangkal Pinang itu, dikenal rendah hati dan murah senyum.

“Dari group WhatsApp kami (Jaksa), selain Andri dan istrinya, masih ada tiga orang kejaksaan yang ikut dalam pesawat tersebut,”tukasnya.

Toto pun mengaku pasca jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang membawa sekitar 181 penumpang, membuat dirinya ikut kuatir. Alasannya, untuk beberapa hari kedepan, dirinya bertugas keluar kota menggunakan pesawat terbang.

“Besok saya pergi keluar kota dengan pesawat. Jadi berasa takut juga nih,” kata Toto

Sementara itu, dari daftar penumpang yang terdaftar penumpang pesawat, tertera 54 orang pegawai Kejaksasan. Berikut nama pegawai Kejaksaan sebagai berikut :

1. Andri Wiranofa / Mr. no manifes 173 seat 8A (Koordinator pada Kejati Babel).

2. Istri Andri Wiranofa juga ikut menjadi korban.

3. Dody Junaedi no manifes 075 seat 19E (Kasi Pidsus Pangkalpinang)

4. Shandy Johan Ramadhan manifes 122 seat 7F (Jaksa Fungsional Bangka Selatan)

5. Sastiarta manifes no 141 seat 34E (staff Tata Usaha Kejati Babel).

Seperti diketahui Pesawat Lion Air yang baru dibeli beberapa waktu yang lalu itu, terakhir kali tertangkap radar pada titik koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E. Lepas landas pada pukul 06.10 WIB, pesawat itu jatuh di Tanjung Kerawang sekitar 13 menit setelah lepas landas (BAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *