Lat Ancab Kartika Yudha 2020, Prajurit TNI AD Luluhlantakan Markas Musuh

0
93

JAKARTA (BOS)–Hanya butuh waktu dua jam saja, prajurit TNI AD berhasil menghancurkan 6 markas ‘musuh’ yang sempat menguasai wilayah Baturaja, Palembang, Sumatera Selatan. Dalam pertempuran tersebut sebanyak 3.123 orang prajurit dari Brigif R-9/2 Kostrad terus melakukan serangan dengan menggunakan senjata mesin berat, tank, heli Apache, hingga penggunaan amunisi SS-40 Astros pertama kali dalam jarak 19 kilometer.

Rententan dentuman roket dan amunisi yang ditembakkan prajurit TNI AD, terus membahana. Suaranya terdengar menggelegar dan menimbulkan asap yang mengepul di udara. Hasilnya, 6 lokasi markas persembunyian dan alat tempur pihak lawan berhasil dihancurkan dan dikuasai kembali oleh TNI AD.

Keberhasilan TNI AD merebut wilayah yang diduduki pihak ‘musuh’ merupakan bagian dari Latihan Antar-Kecabangan (Lat Ancab) dengan sandi Kartika Yudha 2020, yang di gelar di hutan seluas 43.000 hektar, Pusat Latihan Tempur Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Kodiklatad) Baturaja, Sumatera Selatan, Kamis (26/11) kemarin.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa mengaku puas atas kinerja seluruh prajurit maupun pelatih yang terlibat dalam lam menerapkan strategi tempur dalam Lat Ancab Kartika Yudha tahun 2020,

“Berbeda dengan tahun lalu, saya melihat sangat sukses karena melibatkan hal-hal baru, yang tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya belum kita lakukan. Dan ternyata dari segi akurasi pun sudah semakin baik,”kata Kasad Andika Perkasa yang didampingi komandan Kodiklat TNI AD selaku Komandan Latihan, Letjen TNI AM. Putranto, Asisten Latihan KASAD Mayjen TNI Harianto dan Kadispenad TNI AD. Brigjen Nefra.

Kasad juga menambahkan dirinya juga puas melihat seluruh personil dalam mengunakan alat teknologi komunikasi. Termasuk penggunaan roket atau amunisi SS-40 Astros yang baru pertama kali digunakan dalam latihan tempur dijalur darat. Perlu diketahui, dalam latihan tempur ini, roket yang mempunyai jarak tembak hingga 60 Km, hanya digunakan untuk jarak 19 Km saja.

“Roket itu bisa mencapai jarak 60 kilometer. Kedepannya kami berharap bisa dilakukan dalam latihan di darat. Kalau di laut, kita sudah pernah melakukannya,” ujarnya.

Selain itu, beber Andika, dalam latihan tempur ini juga melibatkan satuan lain seperti Peralatan membantu bekal ulang munisi, Bekang mendorong Munisi Kaliber Besar, Kesehatan melaksanakan evakuasi, Perhubungan melaksanakan pembuatan repeater, Polisi Militer melaksanakan penjemputan tawanan perang, Satuan Ajen melaksanakan pengiriman tenaga pengganti dan penjemputan jenazah serta 8 KRI.

“Ini juga merupakan suatu latihan bagi kami, karena apa? Karena memindahkan pasukan dan kendaraan tempur alutsista, merupakan suatu pengalaman yang harus dialami mereka. Kebetulan tahun ini kita bisa bekerja sama dengan Angkatan Laut. Jadi pada saat kita menggeser pasukan dan alutsista dari Jawa Timur, dan Jawa Tengah karena ada unsur dari Kostrad dalam hal batalion mekanisnya ada di Purworejo, sehingga pemindahan ini menggunakan KRI,”tegasnya

Andika juga menegaskan dalam latihan tempur ini, dia meminta semua personil TNI AD harus smart, menggunakan teknologi dan komunikasi yang baik. Yakni teknologi menempatkan Battle Management System (BMS) pada kendaraan lapis baja dan personal prajurit.

“Kita jangan sampai rajin tapi bodoh. Saya ingin prajurit kita bertempur atau melakukan tugas apapun dengan smart. Kalau pakai teknologi bisa, kenapa tidak. Kenapa harus pakai manual, karena teknologi membuat semuanya lebih mudah, lebih cepat, tepat, dan banyak lagi. Yang saya ingin lihat bagaimana teknologi ini semakin disempurnakan,”ujar Andika.

Terkait harapannya mengenai alutsista yang belum tersedia di Kesatuannya, jenderal yang rajin olahraga fitnes ini, berharap pemerintah menyetujui proposal rencana anggaran TNI AD terkait alutsista yang dianggapnya perlu ada penambahan. Alasannya, zona wilayah Indonesia sangat luas, agar mudah diawasi dari upaya pihak-pihak luar maupun dalam yang mencoba mengganggu ketentraman bangsa dan negara Indonesia.

“Kita selalu mengikuti kebijakan pemerintah, apakah mengabulkan permintaan kami sepenuhnya atau sebagian. Kami masih menunggu keputusannya,”tukasnya.

INTEROPERABILITAS SATUAN

Sementara Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigjen Nefra menegaskan, pelatihan ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan interoperabilitas satuan kecabangan TNI AD dengan materi pertahanan dan serangan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD menjaga kedaulatan wilayah NKRI.

“Dengan adanya latihan Antar Kecabangan yang dilakukan tiap tahunnya ini diharapkan dapat memelihara kesiapan operasi dan meningkatkan profesionalisme Prajurit TNI AD,”pungkasnya (BAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here