Jampidsus Febrie Ardiansyah: Jangan Takut Menghadapi Serangan Balik Para Koruptor

oleh -1,695 views

Beritaobserver.Com, Jakarta–Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah memerintahkan Jaksa Pidana Khusus tidak takut menghadapi serangan balik dari para koruptor (Corruptor Fight Back).

Perintah tersebut dilontarkan Febrie Ardiansyah lantaran penyidik yang bermarkas di gedung Bundar tidak henti-hentinya membongkar dan menuntut  hukuman seumur hidup terhadap para tersangka kasus dugaan Korupsi di tanah air.

“Jangan pernah takut dan gentar dalam menghadapi corruptor fight back. Selama kita semua bekerja secara baik, profesional, teliti dan cermat, saya akan terus menjaga jajaran Pidsus di seluruh Indonesia, karena Bidang Pidsus adalah etalase bagi reputasi dan tolok ukur keberhasilan penegakan hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan. Terus jaga kesehatan, tetap semangat, karena PIDSUS CERDAS, PASTI BISA. PIDSUS BANGKIT, BERSAMA MELANGKAH LEBIH KUAT,”kata Jampidsus, Dr Febrie Ardiansyah, SH, MH dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Tahun 2022 yang mengambil tema “Pidsus Bangkit, bersama melangkah lebih kuat” di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (27/09).

Karena itu Febrie Ardiansyah, menghimbau jaksa Pidsus, dalam menangani berbagai perkara, diperlukan beberapa strategi yang mumpuni untuk menghadapi serangan balik dari pihak -pihak tertentu.

“Pertama pemilihan redaksional judul perkara dalam surat perintah penyidikan harus tepat dan jangan terlalu detail karena akan menyulitkan ketika akan dilakukan pengembangan perkaranya,”ucapnya

Kemudian, melakukan penggeledahan segera setelah dikeluarkannya surat perintah penyidikan, segera kuasai laptop dan HP, lakukan kloning untuk mendapatkan data yang dapat dijadikan sebagai alat bukti.

“Optimalkan penggunaan barang bukti elektronik (BBE) sebagai scientific evidence dengan menggunakan digital forensic,”ketusnya

Selanjutnya, kata Febrie, lakukan penguatan pembuktian dengan keterangan ahli yang relevan, Optimalisasi penyitaan aset dan penerapan TPPU dengan tujuan pengembalian dan pemulihan kerugian keuangan negara. Termasuk mencermati kerugian perekonomian negara selain kerugian keuangan negara.

“Kecerdasan sangat diperlukan dalam menerapkan strategi tersebut di atas agar seluruh jajaran Pidsus mempunyai kualitas yang sama dalam penanganan perkara korupsi di wilayahnya. Dibutuhkan kerja keras dan keseriusan serta komitmen kita semua untuk mampu mengungkap kasus tindak pidana korupsi sesulit apapun itu,”tegasnya

Apalagi lanjutnya, Bapak Jaksa Agung berulang kali menegaskan bahwa beliau belum percaya apabila ada suatu daerah pada saat ini 100% bebas dari kejahatan korupsi dan inilah yang menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Pidsus untuk mengungkap semuanya.

“Kita semua harus yakin bahwa kita bisa,”tukasnya.

Selain itu, Febrie juga menyampaikan agar dalam menangani suatu perkara jangan karena takut dievaluasi. Apalagi bidang Pidsus tidak target kuantitas, tapi lakukanlah sebagai bentuk tanggung jawab saudara-saudara semua kepada publik.

“Maka dalam momen rakernis ini, saya minta kepada seluruh jajaran Pidsus di seluruh Indonesia untuk ikut menjaga kondisi tetap stabil dan mencermati kondisi di wilayahnya apabila ada dugaan terjadinya tindak pidana korupsi pada sektor yang menjadi perhatian Presiden RI. Segera cermati dan lakukan penindakan. Lakukan secara profesional dengan tetap menjaga integritas, publikasikan ke berbagai media sebagai bentuk transparansi sehingga terlihat nyata upaya kita semua untuk menyelamatkan negara kita yang tercinta ini dari tangan-tangan kotor para koruptor,”pungkasnya (REN)