Bupati Semarang Tinjau Operasi Beras Murah di Desa Kalongan Ungaran Timur

oleh -991 views

BeritaObserver.Com, Semarang – Bupati Semarang H Ngesti Nugraha SH MH menghimbau warga untuk membeli kebutuhan pokok sesuai kebutuhan di Bulan Ramadhan kali ini.

Mereka diminta tidak berlebihan dalam belanja kebutuhan apa pun utamanya beras atau bahkan menimbun barang karena stok kebutuhan bahan pokok dijamin ketersediannya tersedia cukup.

“Memang menjelang lebaran, pasti warga akan berbelanja lebih banyak dari biasanya. Selain untuk menjamu tamu-tamu atau saudara yang pulang kampung untuk itu Bupati mengingatkan jangan berlebihan atau malah menimbun,”katanya saat meninjau pelaksanaan operasi pasar beras medium di halaman Kantor Kecamatan Ungaran Timur di Desa Kalongan, Senin (10/4/2023).

Operasi pasar beras digelar oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bekerja sama dengan Bulog perwakilan Bawen. Selain untuk menekan tingkat inflasi daerah. Bupati Ngesti Nugraha juga menegaskan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP). Beras kelas medium dijual dengan harga Rp 8.500 per kilogram atau lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp 10 ribu lebih. Selain harga beras Pemerintah Kabupaten Semarang juga terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Diantaranya telur ayam dan sayur mayur.

Bupati memastikan akan ada operasi pasar kebutuhan pokok lainnya jika kondisinya mendesak, ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (Dispertanikap) Wigati Sunu yang mendampingi Bupati menerangkan stok beras sampai Maret mengalmi surplus sekitar sepuluh ribu ton.

“Selain itu pada bulan-bulan ini juga masih ada daerah yang mengalami panen. Jadi ketersedian beras mencukupi bahkan untuk kebutuhan setelah lebaran,”ujar Sunu.

Terkait opersi pasar beras medium bersama Bulog, telah dilaksanakan di Kecamatan. Tiap Kecamatan mendapat alokasi 5 ton berupa seribu sak berisi masing-masing lima kilogram.

Sementara itu Camat Ungaran Timur, Febru Suryanto menjelaskan setiap desa/ kelurahan mendapatkan alokasi 500 kilogram beras medium murah. Satu Kepala Keluarga (KK) dapat membeli sepuluh kilogram beras dengan menunjukan fotokopi KTP suami istri.

“Penjualan juga dilakukan bekerja sama dengan teman-teman gabungan kelompok tani (Gapoktan),”pungkasnya (Why)