Fadhil Zumhana Harahap Meninggal Dunia, Kejaksaan Kehilangan Putra Terbaik

oleh -190 views

BeritaObserver.Com, Jakarta–Duka mendalam menaungi korp Adhyaksa, pasalnya putra terbaik Kejaksaan Agung, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana berpulang, Sabtu (11/05/2024).

Berita meninggalnya Fadil Zumhana beredar di group WhatsApp wartawan yang tergabung dalam Forwaka dan ucapan duka pimpinan Kejaksaan dari berbagai daerah di Indonesia.

Termasuk group WhatsApp alumni UKI yang sudah mengetahui kabar duka tersebut

“Kami sudah mendengar kabar tersebut,”ujar kawan dekat Adian Napitupulu, Jeffry Silalahi saat dihubungi redaksi, Sabtu (11/5)

Tak diketahui penyebabnya pria lulusan Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu menghadap Ilahi. Berdasarkan informasi yang didapat, beberapa Bulan yang lalu, kondisi kesehatan mulai menurun.

Sementara saat dihubungi staff Penerangan Hukum Kejagung, tidak diangkat.

Berbagai ucapan duka pun mengalir sebagai ungkapan kehilangan jaksa yang dikenal tegas dan murah hati ini.

Diketahui Fadhil Zumhana Harahap dikenal sosok yang tegas.

Alumni Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Fakultas hukum ini meraih nilai memuaskan.

Kemudian melanjutkan kuliahnya S2 alias Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Sebagai Jaksa, Fadhil mengawalinya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya pada 2010 hingga 2011.

Kemudian pada April 2011, dimutasi menjadi Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jawa Barat. Sementara posisinya sebagai Kajari Surabaya digantikan oleh Mukri.

Taklama kemudian, dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur pada 2017 sampai 2018.

Saat Menjabat sebagai Kajati Kaltim, Fadil Zumhana, dikenal sebagai sosok pemimpin yang tegas, konsisten, dan berintegritas.

Sinar terang perjalanan karier semakin moncer saat ia menduduki posisi Sekretaris JAM PIDSUS Kejaksaan Agung RI.

Dan pada akhirnya presiden Joko Widodo menyetujuinya sebagai Jampidum. Namun di Sabtu kelabu,  Tuhan memanggilnya tuk menghadap keharibaannya.

Selamat jalan Pak Jampidum yang baik hati…(REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *