Aboe Bakar Al-Habsyi Minta Maaf Kepada Ulama Madura

oleh -30 views

BeritaObserver.Com, Jakarta–Buntut pernyataannya yang dinilai kontroversial bagi kalangan ulama di Madura yang menyebutkan dugaan keterlibatan oknum ulama dalam jaringan narkoba, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Aboe Bakar Al-Habsyi, akhirnya meminta maaf kepada para ulama, kiai, serta masyarakat Madura yang merasa tersinggung.

“Sehubungan dengan beredarnya potongan video pernyataan saya dalam rapat kerja bersama BNN yang kemudian menimbulkan polemik di tengah masyarakat, khususnya di kalangan ulama dan masyarakat Madura, saya memohon maaf,” kata Aboe Bakar dalam keterangan tertulisnya yang diterima, beberapa hari yang lalu

Politisi partai PKS itu memohon maaf dihadapan anggota MKD, kepada para ulama, kiai, serta masyarakat Madura yang merasa tersinggung. Ia mengakui pernyataannya telah menimbulkan persepsi seolah-olah menyudutkan ulama atau pesantren.

“Saya menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk menghina atau mendiskreditkan ulama,” ujarnya seraya menjelaskan kalau pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks keprihatinan terhadap ancaman peredaran narkotika yang dinilai semakin meluas dan menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Aboe bakar juga mengajak semua pihak termasuk lembaga pendidikan keagamaan, agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan. Namun demikian, ia mengakui cara penyampaiannya kurang tepat sehingga menimbulkan multitafsir di publik.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, saya telah melakukan komunikasi untuk melakukan safari silaturahmi ke sejumlah pihak dengan didampingi tokoh masyarakat,” ucapnya.

Penjaga Moral Bangsa

Menurut, Aboe Bakar, ulama dan pesantren merupakan pilar penting dalam menjaga moral bangsa. Ia menilai peran ulama sangat strategis dalam upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Peristiwa ini, lanjut dia, menjadi pelajaran untuk lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan di ruang publik. Aboe juga berkomitmen menjaga etika dan kehormatan sebagai anggota DPR RI

Sebelumnya Aboe Bakar Al-Habsyi melontarkan pernyataannya dalam rapat kerja bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), terkait dugaan keterlibatan oknum di Madura dalam jaringan narkoba yang menuai polemik di masyarakat.

Taklama berselang pernyataan tersebut beredar di media sosial yang kemudian memicu kritik karena dinilai terlalu general dan menyentuh institusi keagamaan (REN)