JAKARTA (BOS)–Untuk pertama kalinya merayakan Ibadah Natal bersama Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 230 Pondok Ranggon, Jakarta Timur berlangsung meriah. Pasalnya ibadah perayaan Natal bersama dihadiri ratusan tamu undangan yang terdiri dari para guru, siswa dan orangtua murid serta pengawas guru rohani.
Perlu diketahui, SMPN 230 belum pernah merayakan ibadah natal bersama yang melibatkan para orangtua murid dalam kepanitiaan. Barulah diera Herda Linda Sirait, perayaan natal bersama bisa dilakukan di sekolah tersebut.
Menyingkapi hal tersebut, kepala Sekolah SMPN 230 Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Herda Linda Sirait mengatakan bahwa kunci keberhasilan, merayakan Natal bersama disekolah yang dipimpinnya itu, adalah berdoa dan berusaha sekuat tenaga.
“Semua ini berkat doa yang kami panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus agar perayaan natal bersama bisa dilakukan di sekolah ini. Puji Tuhan, doa kami terkabul. Apalagi orangtua murid yang sukarela ambil bagian dalam kepanitiaan dan juga peserta ibadah natal, terlihat sangat antusias mengikuti jalannya ibadah dari awal hingga akhir acara,”katanya usai ibadah perayaan natal bersama SMPN 230, Senin (16/12).
Menurut Herda, awalnya dirinya, sempat bimbang, apakah perayaan natal bersama ini bisa berlangsung sukses atau sebaliknya. Apalagi, lanjutnya, untuk masalah anggaran untuk pengadaan komsumsi dan lain-lain bagi para siswa yang hadir, pihaknya menyadari tidak ada anggaran. Namun, lanjutnya, karena tekadnya sudah bulat, agar perrayaan natal di SMPN 230 bisa berlangsung, dia berusaha menyampaikan idenya tersebut kepada rekan-rekanya sesama guru, termasuk guru rohani kristen.
Sementara itu, dalam khotbahnya yang terambil dari kitab Kolose 2 ayat 7, dengan tema: Hendaklah Kamu Berakar Didalam DIA, Pdt Tonny Situmpol, mengatakan betapa pentingnya pemahaman firman Tuhan yang diberikan orangtua kepada anak-anaknya diberikan sejak masih kecil.
“Hidup kita harus berakar dalam DIA (Tuhan). Orangtua harus membimbing anak-anaknya sejak dari kecil. Anak-anak juga harus bersyukur atas apa yang Tuhan berikan. Doakan guru-gurumu dan juga orangtuamu serta jadilah pelaku firman, Tuhan,”kata Tonny Situmpol.
Selain para siswa, para orangtua yang terlibat dalam kepanitiaan, juga tampil menyanyikan lagu “Hidup ini Adalah Kesempatan”, serta kuis interaktif yang dipandu oleh MC, Anna Meliana Situmorang dan terakhir tukar kado diantara para siswa-siswi yang hadir dalam perayaan Natal bersama tersebut. Selain itu. ketua panitia, Cherry dan guru rohani, Hermi Pangaribuan memberikan bingkisan Natal khusus kepada 13 siswa-siswi yang kurang mampu. Tanpa acara yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB berakhir pukul 19.00 Wib. (BAS)
