Eks Presiden Filipina Meninggal Dunia Diusia 61 Tahun

oleh -1,436 views
foto : AFP

JAKARTA (BOS)–Eks Presiden Filipina Benigno Aquino dikabarkan meninggal pada usia 61, Kamis (24/6/2021), setelah dirawat di sebuah rumah sakit di Manila.

Hampir diseluruh Gedung perkantoran termasuk gedung Senat di Filipina segera mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda berduka untuk pria yang menjabat presiden pada 2010 sampai 2016.

“Dengan kesedihan mendalam, saya mendapat kabar pagi ini tentang wafatnya mantan presiden Benigno Aquino,”kata Ketua Mahkamah Agung Marvic Leonenseperti dikutif dari Guardian

“Sebuah kehormatan pernah bertugas bersamanya. Dia akan selalu dikenang,” kata Leonen, yang ditunjuk Aquino sebagai ketua MA pada 2012.

Aquino, atau panggilan akrabnya Noynoy, meroket namanya dan mendapat dukungan publik setelah kematian ibunya, Corazon Aquino, pada 2009. Ibunya juga menjabat presiden dari 1986 hingga 1992 dan sebelumnya dikenal sebagai tokoh pergerakan rakyat menentang rezim otoriter era Ferdinand Marcos.

Ayah Aquino adalah senator yang melegenda – tokoh oposisi tangguh terhadap pemerintahan Ferdinand Marcos yang kemudian tewas dibunuh saat tiba di Filipina pada 1983 setelah pulang dari pengasingan politik.

Pembunuhan itu mengguncang politik Filipina dan membuat Marcos terguling pada 1986 lewat aksi pergerakan rakyat dan mengantar ibu Aquino ke kursi kepresidenan.

Senator Imee Marcos, putri mendiang sang diktator, ikut menyatakan rasa duka atas meninggalnya Aquino, yang dia sebut sebagai “pribadi sederhana dan baik hati”.

Aquino adalah putra satu-satunya di keluarga dia dan bekerja di perusahaan gula milik keluarga sebelum terjun ke politik pada 1998. Dia pernah menjadi anggota parlemen selama tiga periode 1998-2007 mewakili provinsi Tarlac di sebelah utara Manila.

Pada 1987 terjadi percobaan kudeta oleh militer melawan ibunya dan Aquino tertembak lima kali sementara tiga pengawalnya tewas. Dia bisa selamat meskipun terluka serius.

Selama menjabat presiden selama enam tahun, dia juga tidak lepas dari krisis. Misalnya, pada tahun kelima jabatannya 44 anggota pasukan komando tewas dalam operasi penangkapan seorang militan.

Diera pemerintahannya, Filipina dihantam Tofan Haiyan yang menewaskan lebih dari 6.000 orang pada November 2013.