Beritaobserver.Com, Solo–Kemegahan Masjid Raya Sheikh Zayed merupakan sumbangan atau hibah dari Pemerintah Persatuan Emirat Arab ( PEA ) kepada Pemerintah Indonesia berdiri kokoh di Kota Solo.
Masjid yang dirancang mirip dengan Grand Mosque di Abu Dhabi, baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), pada Senin (14/11) dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) TBK ( WSKT) sejak Mei 2021 dan memakan waktu pengerjaan proyek selama 17 bulan.
Presiden Director Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, masjid ini memang didesain dengan gaya dan arsitektur Timur Tengah, namun tetap menambahkan unsur-unsur budaya lokal khususnya budaya solo dalam desain masjid ini.
Misalnya untuk lantai masjid, Waskita Karya menggunakan marmer asli Italia dengan motif batik Kawung juga digunakan untuk ornamen di pilar-pilar masjid. Karpet yang digunakan di masjid ini berasal dari Bogor, Jawa Barat dengan motif batik Solo.
“Masjid ini juga memiliki 133 unit pintu dan 99 unit toilet. Ini salah satu masjid terbesar di Kota Solo atau bahkan di Jawa Tengah,”kata Destiawan Soewardjono dalam keterangan pada awak media, Senin ( 14/11/2022 ).
Menurutnya, masjid MSZ, selain bisa digunakan masyarakat Solo dan sekitarnya untuk beribadah, juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata rohani.
“Tentunya kami sangat senang sekali akhirnya pengerjaan proyek Masjid Raya Sheikh Zayed di Kota Solo ini selesai tepat waktu. Alhamdullilah hasil pengerjaannya pun bisa kita lihat sendiri. Saya berharap ke depannya masjid ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat di Kota Sola,”pungkasnya.
Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemkot Solo, Masjid Raya Sheikh Zayed dibangun di atas lahan dengan luas sekitar 3 hektare. Bangunan utamanya memiliki luas mencapai 8.000 meter, sehingga masjid ini mampu menampung sekitar 10.000 orang jamaah
Selain itu, masjid yang dibangun dua tingkat ini, memiliki luas bangunan utama sekitar 8.000 meter dan dilengkapi sejumlah fasilitas yang tersedia.
Mulai dari Islamic Center yang dapat menjadi pusat pendidikan agama Islam, Taman Pendidikan Al Quran (TPA), tempat tafsir Al Quran, madrasah, dan tempat pengembangan ekonomi syariah yang menjual produk-produk halal market dan juga menyediakan perpustakaan dan ruang naratama atau Very Important Person (VIP). (Why)
