BeritaObserver.Com, Semarang-Bupati Semarang, Jawa Tengah, H Ngesti Nugraha resmi melantik 24 Kepala Desa (Kades) yang terpilih dalam pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Dalam amanatnya H Ngesti Nugraha mengingatkan seluruh Kades yang dilantik agar menjaga amanah dan mampu meningkatkan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dan kesejahteraaan masyarakat .
Syaratnya dibutuhkan sosok kades yang mumpuni, serta memahami kebutuhan desa dan warganya.
“Proses Pilkades telah diatur dalam peraturan perundang- undangan dengan mekanisme serta persyaratan. Diharapakan mampu memunculkan kepala desa yang tidak hanya mendapatkan legitimasi sebagian besar masyarakatnya, tapi juga mempunyai kemampuan yang efisien dan efektif,”kata Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha pada acara pelantikan di Rumah Dinas Bupati Ungaran, Selasa (6/12).
Bupati mengingatkan besarnya amanah yang mereka pikul untuk menjalankan roda pemerintahan desa menurutnya para kades harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.
Selain itu Bupati Semarang juga mewanti-wanti para kades agar mengelola keuangan desa atau APBDes dengan penuh tanggung jawab berpedoman pada peraturan yang berlaku.. para kades juga harus bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai kewenangan untuk melayani penduduknya masing-masing.
“Jalinlah komunikasi yang baik seta harmonis anatar pemerintah desa, BPD dan lembaga yang ada di desa maupun lembaga lain yang terkait dengan pemerintahan desa, serta berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” jelasnya.
“Agar menjadi kepala desa tidak hanya untuk para pendukungnya, tapi menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat desanya. Saya titip masyarakat Kabupaten Semarang yang ada di desa masing-masing mohon diperlakukan dengan seadil adilnya,” tandasnya.
Perlu diketahui saat ini di Kabupaten Semarang ada 3.248 anak yang mengalami stunting, by name by address (BNBA) sudah ada datanya di pemerintah desa.
“Kemiskinan juga menjadi prioritas bersama-sama agar kemiskinan semakin turun pengangguran juga sama koordinasi antara pemerintah daerah dan kepala desa,” jelas dia
Bupati meminta agar kepala desa belajar dari Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru yang baru- baru ini mendapatkan predikat sebagai desa antikorupsi nomor satu di Indonesia dari KPK .
“Saling komunikasi atau konsultasi sambil minum kopi itu nanti diskusi kaitannya dengan pengelolaan APBDes,” kata Politikus PDI Perjuangan ini.
Bupati Semarang juga membeberkan pada 2023 nanti mulai Januari pihaknya akan menyerahkan 20 pasar untuk dikelola desa.
” Itu harus dikelola secara profesional bersama BUMDes aturan juga harus disiapkan. Agar nanti untuk mempercepat memajukan ekonomi masyarakat desa,” pungkasnya (Why)
