Berita Observer.Com, Lampung–Viral video di Group WhatsApp, seorang pria bertopi dan berkaos biru yang diduga oknum ketua Rukun Tangga (RT) berinisial WK menghentikan umat Nasrani yang sedang menjalankan ibadah menurut kepercayaannya.
Aksi tidak terpuji tersebut dialami jemaat Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD), Jl Soekarno Hatta Gang Anggrek RT 12 Kelurahan Rajabasa Raya Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung, Minggu (19/02/2023).
“Pada Hari Minggu tgl 19 Feb 2023 sekitar jam 09.30 wib, di Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD), alamat TKP di Jl Soekarno Hatta Gang Anggrek RT 12 Kelurahan Rajabasa jaya Kec Rajabasa Kota Bandar Lampung,”isi pesan singkat yang diterima Redaksi, Senin (202/2023).
Tampak dalam Vidio tersebut, pria kaos biru memasuki pekarangan Gereja dengan cara melompat masuk naik manjat lewat pagar Gereja yang saat itu pagar terkunci,”isi pesan singkat tersebut
Kemudian pria bertopi hitam, langsung mendobrak pintu masuk utama Gereja dan masuk kedalam pada saat ibadah sedang berlangsung.
Pria tersebut memaksa Jemaat agar ibadah segera dihentikan dan disuruh keluar semua jemaat Gereja.
Terdengar suara seseorang pria yang mencoba berusaha meminta pria bertopi dan berkaos biru itu agar memberikan kesempatan kepada jemaat untuk menjalankan ibadah. Namun pria tersebut menolak.
“Berhenti-berhenti,”kata pria berkacamata sambil menunjuk kearah pemain musik.
Sementara itu terkait aksi tidak terpuji pria berkaos biru itu, pihak kepolisian langsung turun tangan.
Dikutif dari berbagai media online, Direskrimum Polda Lampung, Kombes Reynold Hutagalung membenarkan video viral itu.
“Iya benar, saat ini di tangani Polresta Bandar Lampung. Ditreskrimum akan backup penanganannya. Sudah ditangani juga di tingkat Kotamadya langsung,” katanya
Sementara itu Ketua RT 12 Kelurahan Rajabasa Jaya, Bandar Lampung, WK beralasan pembubaran ibadah dilakukan lantaran belum ada izin penggunaan gedung untuk ibadah jemaat Kristiani.
“Saya tidak melarang, saya hanya membubarkan karena mereka belum ada izin,” katanya dikutif dari detik.com (REN)
