Kendalikan Inflasi, Pemkab Semarang jual Beras Murah

oleh -1,106 views

BeritaObserver.Com, Semarang–Terus berupaya melakukan langkah-langkah dalam mengendalikan inflasi di daerahnya, Pemerintah Kabupaten Semarang bersama Bulog, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Semarang menggelar operasi pasar menjual beras murah yang bermanfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Operasi pasar murah tersebut digelar dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, dihalaman Kantor Kecamatan Banyubiru.

Perwakilan pengelola gudang Bulog Bawen, Purwito mengungkapkan, sedikitnya lima ton beras kualitas medium dalam kemasan lima kilogram digelontorkan dalam operasi pasar kali ini.

“Operasi pasar ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat membeli beras kualitas medium, dengan harga Rp 8.500 per kg,”katanya pada beritaObserver.Com biro Jawa Tengah di Kecamatan Banyubiru, Kamis (6/4)2023).

Dijelaskan Purwito, harga jual operasi pasar beras ini, lebih lanjut Purwito mengatakan, beras yang dijual relatif lebih murah jika dibandingkan dengan harga beras di pasaran yang saat ini mencapai Rp 11 ribu per kg untuk jenis dan kualitas beras yang sama.

Menurutnya, kegiatan operasi pasar untuk menekan inflasi yang dilaksankan TPID Kabupaten Semarang bersama dengan Bulog telah menjangkau di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Semarang.

Termasuk di Kecamatan Ungaran Barat, Tuntang, Bringin, Bandungan dan Ambarawa.

“Operasi juga masih akan terus berlanjut hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti,” tambah Purwito.

Dilain pihak, TPID Kabupaten Semarang, Wigati Sunu menambahkan, operasi pasar/ penjualan beras murah di Kecamatan Banyubiru diharapkan dapat menekan gejolak harga beras di pasaran.

“Sekaligus juga dimaksudkan untuk menjaga tingkat inflasi daerah di angka yang wajar. Terlebih beras merupakan strategis di masyarakat,” jelasnya.

kegiatan yang sama juga sudah digelar di beberapa wilayah di Kabupaten Semarang sejak pertengahan Maret 2023 yang lalu.

Pada setiap kegiatan, TPID dan Bulog menyediakan lima ton beras dengan harga Rp 8.500 per kg. Harga itu dibawah harga pasar yang telah mencapai di atas Rp 10 ribu per kg.

“Artinya, dalam rangka mengendalikan inflasi daerah, Pemkab Semarang telah menggelontorkan puluhan ribu ton beras murah kepada masyarakat,” tegas Wigati Sunu yang juga kepala Dinas Pertanian Peternakan dan ketahanan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang ini, pungkasnya. (Wahyudi)