Modus Pemerasan Imigrasi: Perintah Top-Down, Setoran Bottom-Up Lewat Rekening OB

oleh -45 views
Sumber Foto/Istimewa

BeritaObserver.Com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar modus sistemis dugaan pemerasan di Direktorat Jenderal Imigrasi. Kasus ini tidak hanya terjadi di pusat, tapi menjalar sampai kantor imigrasi daerah.

“Jadi, yang daerah itu, yang di kantor-kantor Imigrasi itu juga minta,”kata Ketua KPK, Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dikutip Jumat (5/6).

Setyo menyebut, pemerasan berjalan rapi dengan dua alur. Perintah datang dari atas ke bawah, sementara aliran uang dari bawah ke atas.

“Proses perintahnya itu top-down, kemudian uangnya atau proses setoran dari bottom-up, bawah ke atas,” katanya.

Uang setoran dikumpulkan lewat rekening-rekening nominee. KPK menemukan rekening atas nama office boy, petugas cleaning service, hingga kerabat pejabat digunakan untuk menampung aliran dana.

Karena sifatnya sistemis, OTT yang digelar KPK 2-3 Juni 2026 tidak hanya menyasar pejabat kementerian di Jakarta.

“Makanya, kemarin kegiatannya itu bukan hanya di Jakarta saja, melainkan ada di beberapa tempat juga,” kata Setyo.

OTT ke-11 tahun 2026 ini membidik dugaan korupsi pengurusan izin tinggal WNA seperti KITAP dan KITAS.

KPK sebelumnya juga mencatat tersangka sempat panik saat penyidik mengusut kasus RPTKA. (Ainur)