Jamintel Kawal Pembangunan 1000 KNMP Senilai Rp5,17 Triliun

oleh -48 views

BeritaObserver.Com, Jakarta–Kawal Proyek Prioritas Pemerintah tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani siap mengawal program Pembangunan 1000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 senilai Rp5,17 Triliun.

“Proyek strategis nasional dengan total nilai pengamanan mencapai Rp 5.170.000.000.000 ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan infrastruktur modern seperti pelabuhan, fasilitas modern untuk produksi dan distribusi, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dan UMKM,” kata Jamintel Reda Manthovani yang disampaikan Plt. Sesjamintel, Sarjono Turin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5)

Menurut Jamintel, proyek ini menjadi tiang penopang krusial dari pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, ekonomi kreatif, ekonomi biru, hilirisasi industri, serta pembangunan ekonomi yang merata dari tingkat desa demi memberantas kemiskinan.

Menurutnya, pengawalan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bidang Intelijen Kejaksaan dalam mengamankan pembangunan strategis nasional guna mendukung keberhasilan jalannya pemerintahan. Langkah mitigasi ini diajukan oleh Direktorat IV (Direktorat Pengamanan Pembangunan Strategis) pada Jamintel guna mengantisipasi adanya potensi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT), baik yang bersifat personel, materiil, maupun hambatan birokrasi yang berisiko menggagalkan proyek tersebut.

Kesuksesan proyek ini, sambungnya, membutuhkan kerja sama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui sinergi yang kokoh, diharapkan pelaksanaan proyek nasional ini dapat berjalan secara komprehensif dan mencapai target utama, yaitu Tepat Waktu, Tepat Mutu, dan Tepat Sasaran.

“Entry Meeting ini menjadi langkah awal yang penting untuk menyatukan visi, misi, serta merumuskan langkah konkret di lapangan demi menjamin kelancaran dan keamanan pembangunan infrastruktur bagi para nelayan di seluruh Indonesia,”pungkasnya (ANT)