Menteri HAM Minta Evaluasi Dan Investigasi Menyeluruh Latsarmil Terkait Meninggalnya 5 Calon Manajer Kopdes

oleh -47 views
Menteri HAM, Natalius Pigai/foto: BeritaObserver.Com

BeritaObserver.Com, Jakarta
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sehubungan telah meninggalnya lima peserta selama mengikuti program tersebut.

Menurutnya, pembentukan karakter peserta tidak harus dilakukan melalui latihan fisik yang berlebihan.

“Saya juga merasa prihatin dengan kejadian ini dan kami turut berbelasungkawa. Saya sarankan sistem pendidikannya dievaluasi secara menyeluruh,” ujar Menteri HAM dalam keterangannya merespon kabar meninggalnya calon manager KDKMP dan KNMP tersebut dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (29/06).

Menteri HAM menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang perlu dibangun dalam pendidikan tersebut, yakni pengetahuan, keterampilan, dan mental. Namun, penguatan mental tidak harus identik dengan pendekatan militer, melainkan dapat diwujudkan melalui pembentukan disiplin,
tanggung jawab, kejujuran, serta kemampuan bekerja secara cepat dan tepat.

“Bagian yang ketiga ini (mental) tidak harus ditanamkan dengan sistem militer, tetapi sifatnya yakni disiplin, tanggung jawab, cepat, tepat, dan jujur. Harus menghindari latihan fisik yang berlebihan,”tegas Menteri HAM.

Selain mendorong evaluasi terhadap sistem pelatihan, Menteri HAM juga meminta agar penyebab meninggalnya lima peserta diusut secara profesional. Ia katakan bahwa proses penyelidikan penting
dilakukan untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sekaligus menjadi dasar perbaikan penyelenggaraan program serupa di masa mendatang.

Menteri HAM juga menyatakan, pihaknya siap menerjunkan jajarannya untuk memantau proses tersebut.

“Lima peserta yang meninggal itu perlu diselidiki secara profesional untuk penyebabnya. Saya perintahkan staf untuk lakukan pemantauan di lapangan,” ujar Menteri HAM.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah lima calon manajer Kopdes dan KNMP dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian Latsarmil dalam Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Berbagai pihak mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi
terhadap metode pelatihan, terutama karena peserta merupakan warga sipil yang dipersiapkan untuk mengelola koperasi dan pembangunan ekonomi masyarakat, sehingga aspek keselamatan, kesehatan dan perlindungan hak-hak peserta harus menjadi prioritas utama (REN)