BeritaObserver.Com, Jakarta—Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Asep N. Mulyana mengungkapkan dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beserta jajarannya kedua belah pihak membahas berbagai isu-isu aktual yang dihadapi oleh sektor ESDM.
Asep mengungkapkan, pihaknya menerima audiensi dan silaturahmi Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, yang didampingi jajaran Direktur Jenderal (Dirjen) serta pejabat utama Kementerian ESDM.
“Jadi hari ini kami kedatangan tamu istimewa, Pak Wamen ESDM beserta para Dirjen dan pejabat di Kementerian ESDM berkunjung ke Wakil Jaksa Agung untuk pertama ucapan selamat atas pelantikan saya sebagai Wakil Jaksa Agung sekaligus silaturahmi, yang tadi dalam diskusi lain, yang hemat saya cukup menarik ya banyak isu-isu aktual yang dibahas antara kami dengan Pak Wamen ESDM,”kata, Asep Nana Mulyana, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa ( 4/8).
Sementara itu Yuliot Tanjung mengucapkan selamat atas pelantikan Asep N. Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung RI.
Disamping itu, juga menjadi momentum krusial untuk memperkuat koordinasi strategis dan kolaborasi antar-lembaga dalam mengawal pengelolaan sektor energi dan sumber daya mineral nasional.
Wamen ESDM juga menambahkan, kementeriannya sangat memerlukan sinergi erat dan koordinasi yang berkelanjutan dengan pihak Kejaksaan Agung.
Menurutnya, pendampingan hukum dan kepastian tata kelola sangat diperlukan dalam menunjang kelancaran pelaksanaan tugas serta program-program strategis nasional di bidang energi dan sumber daya mineral.
“Kami dari Kementerian ESDM menyampaikan ucapan selamat kepada Pak Wakil Jaksa Agung atas jabatan baru, itu yang pertama, yang kedua yang terkait dengan pelaksanaan pekerjaan kami memerlukan banyak koordinasi dengan Pak Wakil Jaksa Agung, ya harapannya dengan adanya koordinasi yang baik seluruh persoalan-persoalan yang terkait dengan hukum, pelaksanaan kegiatan dan pendampingan-pendampingan yang diperlukan dari Kejaksaan Agung itu bisa terlaksana dengan baik,”pungkasnya (REN)




