BeritaObserver.Com, Jakarta—Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta jajarannya jangan takut dalam mengungkap tindak pidana korupsi di Indonesia. Pasalnya, jika penegakan hukum yang lemah akan membuat negara kehilangan uang, kehilangan aset, kehilangan wibawa, dan kehilangan kemampuan untuk menyejahterakan rakyat.
“Sebaliknya, penegakan hukum yang kuat, cerdas dan terarah akan memperbaiki tata kelola, memulihkan kerugian negara, menyehatkan iklim usaha dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional,”kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dihadapan Presiden Prabowo Subianto saat menyaksikan penyerahan uang denda sebesar 11,4 Triliun di Kejaksaan Agung, Jumat (10/4)
Jaksa Agung juga menekankan bahwa penegakan hukum harus tegas dalam rangka menjaga stabilitas nasional.
“Negara tidak boleh kalah dari para mafia yang terus menghisap kekayaan hutan Indonesia. Kita pastikan bahwa hutan sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa merupakan anugerah yang dimiliki bangsa Indonesia harus dikelola dan dilestarikan untuk kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir kelompok tertentu,” pungkas Jaksa Agung.
Statmen yang dikemukan Jaksa Agung, Burhanuddin tentunya sangat beralasaan lantaran Pelaksana Tugas, Febrie Adriansyah merupakan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus dikenal jaksa cerdas dan pemberani itu, berhasil mengungkap mega korupsi ratusan triliunan lebih, termasuk tanpa tedeng aling berani menetapkan tersangka yang dikenal tidak pernah tersentuh. Hal tersebut tentunya akan berdampak adanya ancaman dari pihak yang merasa terusik.
Bisa dikatakan penegakan hukum yang dilakukan jajaran Pidsus akan mendapatkan serangan balik dari para koruptor.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto angkat topi alias mengapersiasi kinerja Tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp31,3 triliun.
“Sampai saat ini, total uang tunai yang berhasil kita selamatkan adalah Rp31,3 triliun. Penghargaan saya yang sangat tinggi atas pengorbanan saudara. Negara kita sangat luas untuk memeriksa dan mengaudit di lapangan tidaklah mudah dan banyak menerima ancaman. Saya sangat menghargai pekerjaan dan pengorbanan Saudara-saudara,”pungkasnya (REN)





