IPR: Pengerahan 48 Pesawat dan 60 Ribu Personel Bukti Prabowo Serius Tangani Karhutla, Negara Tidak Diam

oleh -87 views
Sumber Foto: Kompas.Com

BeritaObserver.Com, Jakarta – Indonesia Political Review (IPR) menilai pengerahan 48 pesawat dan helikopter serta lebih dari 60.000 personel oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bukti keseriusan pemerintah.

Direktur Eksekutif IPR, Iwan Setiawan mengatakan, langkah besar tersebut harus dilihat sebagai komitmen negara dalam melindungi masyarakat dan lingkungan.

“Menurut IPR, pengerahan 48 pesawat dan helikopter serta lebih dari 60.000 personel menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam menangani dan menyelesaikan persoalan karhutla. Pemerintah tidak tinggal diam, melainkan melakukan berbagai upaya untuk memperkuat penanganan di lapangan,” ujar Iwan, Jumat (16/10/2026).

Iwan menegaskan jangan sampai muncul persepsi seolah pemerintah tidak bekerja sama sekali. Faktanya, berbagai upaya telah dilakukan sejak awal tahun, mulai dari pemadaman darurat, penguatan koordinasi pusat-daerah, pembentukan satgas, operasi modifikasi cuaca, hingga pemanfaatan teknologi deteksi titik api.

“Yang dibutuhkan adalah kerja nyata, bukan sekadar saling menyalahkan. Keseriusan Presiden harus diterjemahkan menjadi hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, untuk mengatasi kebakaran, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan dalam operasi pemadaman melalui jalur darat. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan mencapai lebih dari 80 persen. Sementara itu, upaya pemadaman melalui jalur udara juga terus dilaksanakan.

“Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujar Seskap Teddy Indra Wijaya.

Di sisi lain, perkembangan penanganan karhutla di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan kondisi yang lebih baik. Pemerintah juga terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), seiring dengan perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *