Tidak Mau Dipisahkan Dari Anggota TNI Penjaga Perbatasan, Anak Kecil Histeris Menangis

0
37

PAPUA (BOS)–Tidak mau dipisahkan dari gendongan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas menjaga Perbatasan RI-PNG, seorang anak kecil berusia sekitar 3 tahun bernama Elvino, histeris menangis, meskipun Ibunya telah memeluknya.

Dalam video streaming berdurasi 01:43 menit yang beredar di WhatsApp, terekam secara spontan, terdapat anak kecil berusia 3 tahun yang menangis menjerit keras kepada Ibunya bahwa ia ingin ikut bersama sekelompok TNI usai melakukan Patroli keamanan, Rabu (23/09) kemarin.

“Pada hari itu waktu menunjukkan pukul 12:00 WIT, sehingga kami bersama tim memutuskan untuk beristirahat sejenak untuk melaksanakan Ibadah Shalat Dzuhur di ujung Kampung Pitewi. Namun sesaat setelah ibadah dan kami melanjutkan perjalanan, ada seorang anak bernama Elvino yang berteriak histeris ingin ikut bersama rombongan kami. Walaupun telah dibujuk oleh ibunya, namun ia tetap bersikeras ingin ikut bersama Rombongan Satgas. Beruntung salah satu Prajurit bernama Pratu Harbi Manulang menenangkan anak tersebut dengan menggendongnya di pundak kiri sang Prajurit,”kata Kapten Inf Rum Patria Misa yang disampaikan Kadispenad TNI AD, Brigjen TNI Nefra Firdaus melalui WhatsApp, Rabu (24/09).

Namun sang ibu harus memaksa Elvino untuk turun dari pundak sang Prajurit yang kemudian ikut bersamanya. “Nanti deng bapak pergi ke Pos, Bapak Satgas dia mau lanjut perjalanan,”ujar Mama Elvino sambil menarik anaknya.

Brigjen Nefra menilai jika melihat dari video tersebut, menunjukan kedekatan dan keakraban antara Satgas Yonif MR 413 Kostrad dengan masyarakat baik dewasa, remaja maupun anak kecil.

Kedekatan anggota TNI dengan masyarakat Papua yang bertugas di wilayah perbatasan Perbatasan RI-PNG sudah kerap menjadi pemberitaan berbagai media massa.

Mulai dari Bhakti sosial, bercocok tanam, mengajar disekolah yang masih serba kekurangan tenaga pengajar, hingga menolong ibu yang hendak melahirkan. Hal tersebut mencerminkan, TNI juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, meskipun kerap mendapatkan hal yang tidak layak dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) (REN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here