IPR: Penunjukan Said Iqbal Jadi Wamen Strategi Akomodasi Politik Prabowo

oleh -59 views
Foto: Istimewa

BeritaObserver.Com, Jakarta—Wacana masuknya Presiden KSPI Said Iqbal ke Kabinet Merah Putih kembali menguat. Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai, langkah itu lebih kental nuansa akomodasi politik ketimbang menjawab seluruh tuntutan buruh.

“Kalau saya melihat, bisa jadi Said Iqbal akan diplot ke posisi-posisi Wakil Menteri yang saat ini masih kosong, seperti Wamenaker atau Wamen Imipas,” kata Iwan, Senin (8/6).

Menurutnya, jika Said Iqbal benar masuk, itu sinyal Prabowo Subianto ingin merangkul sebagian kelompok buruh. Tujuannya agar kelompok buruh berpihak ke pemerintah dan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.

Iwan menyebut gaya Prabowo sejak awal memang akomodatif dan konsiliatif. Presiden lebih suka merangkul semua kelompok demi kelancaran dan stabilitas pemerintahan.

“Dalam politik, Prabowo menerapkan istilah, ribuan teman terlalu sedikit, 1 musuh terlalu banyak,” ujarnya.

Karena itu, penempatan tokoh buruh di kabinet dibaca Iwan sebagai bagian dari strategi besar Prabowo menjaga dukungan politik di tengah tekanan ekonomi global.

Namun Iwan mengingatkan, masuknya pemimpin organisasi buruh ke kabinet belum tentu otomatis memenuhi ekspektasi seluruh kaum buruh Indonesia.

“Saya melihatnya lebih pada akomodatif politik yang diterapkan Prabowo Subianto,” tegasnya.

Apalagi di tengah tekanan ekonomi global saat ini, pemerintah butuh dukungan luas dari semua elemen, termasuk kelompok buruh.

Jika benar ditempatkan di Kemenaker, Iwan menilai Said Iqbal relevan secara latar belakang dan kompetensi. Harapannya, ia bisa membawa aspirasi publik lebih dekat ke Istana.

“Tentu tetap dalam kerangka kebijakan dan arahan Presiden Prabowo Subianto,” pungkas Iwan.

Wacana reshuffle dan penempatan tokoh buruh di kursi Wamen masih dinamis. Publik kini menunggu keputusan resmi Istana terkait komposisi Kabinet Merah Putih ke depan. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *