Bakom RI: Prabowo Siapkan Kebijakan Kurangi Impor Energi, Dorong B50 dan E20

oleh -35 views
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari. (Bakom RI)

BeritaObserver.Com, Jakarta—Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari menegaskan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurangi kebergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri. Kemandirian energi menjadi salah satu agenda utama pemerintahan sejak awal.

“Bangsa ini harus mandiri. Bangsa ini harus maju. Lepas dari ketergantungan pangan, lepas dari ketergantungan energi. Itu kan semua usaha Pak Prabowo,” kata Qodari di Jakarta Sabtu (14/6/2026).

Qodari menyebut upaya ini bagian dari reformasi struktural pemerintah sejalan dengan target ketahanan pangan dan energi. Di sektor pangan, pemerintah dinilai berhasil meningkatkan produksi beras dan pupuk. Namun sektor energi lebih kompleks karena impor minyak masih tinggi.

“Soal energi pasti lebih sulit. Kenapa? Karena memang impor kita sangat besar. Kebutuhan kita sehari 1,6 juta liter, tetapi kita cuma bisa produksi 600 ribu,” ujarnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku domestik. Salah satunya melalui program biodiesel B50 untuk solar dan pengembangan campuran etanol E20 untuk bensin.

Qodari mengatakan keputusan menaikkan harga BBM nonsubsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, tidak lepas dari kondisi global. Harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik dunia.

“Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita sebagai bangsa ini memang ketinggalan,” kata Qodari.

Ia menjelaskan konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, ikut mempengaruhi harga minyak global. Posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz membuat setiap ketegangan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasar energi dunia.

Kendati demikian, Qodari menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap BBM bersubsidi. Pemerintah tetap mempertahankan harga BBM Pertalite agar tidak terdampak gejolak harga minyak dunia.

“Jangan lupa bahwa BBM di kita ini ada dua. Ada yang disubsidi, ada yang harga pasar. Yang disubsidi kan enggak naik, tetap,” ucapnya.

Menurut Qodari, Presiden Prabowo telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi demi mewujudkan kemandirian. (Ainur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *