Hindari Lambannya Persidangan, Kajari Jakut Berharap Miliki Rutan Sendiri

oleh -7 views
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Siswanto

JAKARTA (BOS)–Untuk menghindari adanya penundaan jalannya proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Siswanto memberi usul agar Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, termasuk seluruh kejaksaan diijinkan untuk memiliki Rumah Tahanan yang berada dilingkungan Kejaksaan itu sendiri.

“Dengan mengelola rumah tahanan dilingkungan sendiri (kejari-red) para terdakwa yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan, bisa mengikutinya jadwal persidangan yang ditentukan majelis hakim, tepat waktu,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Siswanto saat dihubungi, Jumat (19/09).

faktanya yang terjadi selama ini, sambung Siswanto, terlambatnya jadwal persidangan di Pengadilan disebabkan jarak rutan ke lokasi pengadilan, terlalu jauh. “Belum lagi kalau situasi dari Cipinang atau Pondok Bambu Jakarta Timur ke Pengadilan Jakarta Utara (Gajah Mada), yang seringkali macet. Akibatnya jadwal persidangan akan mengalami penundaan,”ujarnya

Lantaran hal itulah, sambung Siswanto, apabila rutan dikelola oleh Kejaksaan itu sendiri, tentunya keterlambatan atau lambannya proses persidangan, bisa diminimalisir bahkan bisa dipastikan persidangan akan cepat diselesailan tepat waktu. Sebagaimana yang azas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan.

“Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, diera Maruli Hutaggalung, sudah memiliki rutan sendiri. Bahkan, para terdakwa bukan hanya tahanan kejaksaan saja, tetapi dari pihak kepolisian pun juga bisa menitipkan tahanan yang sedang berproses di muka persidangan,”beber Siswanto.

Lantaran hal itulah, Siswanto berharap jajarannya  segera mengusulkan ke Kemenkumham agar rutan bisa dibangun dan dikelola oleh institusinya guna menghindari lambannya proses persidangan.

“Saya berharap, setiap kejaksaan di seluruh Indonesia bisa memiliki rutan sendiri, agar jalannya persidangan tidak mengalami keterlambatan lagi,”ujarnya sambil menambahkan, rekannya yang bertugas di Pengadilan juga menginginkan agar kejaksaan Negeri Jakarta Utara, memiliki rutan tersendiri

SERING PULANG MALAM

Sementara itu, seorang pengawal tahanan yang bertugas di Kejaksaan Negeri Jakarta, sebut saja inisialnya, B, mengaku senang apabila Kejaksaan diijinkan untuk mengelola Rutan. Alasannya, dia seringkali pergi pagi-pagi dan pulang ke rumah agak larut malam karena terjebak macet saat mengantarkan kembali para tahanan dari Pengadilan ke Rutan Cipinang Jakarta Timur.

“Saya hampir setiap hari mengawal tahanan. Pagi-pagi sudah di kantor. Kami harus menunggu rekan-rekan lainnya termasuk pengawal dari kepolisian. Kalau sudah lengkap baru kami menuju Rutan Cipinang, Jakarta Timur untuk menjemput para tersangka maupun terdakwa. Sampai disana, kami harus menunggu proses administrasi setelah selesai, baru kami ke Pengadilan Negeri. Jaraknya dari Rutan Cipinang ke Pengadilan, sangat jauh. Belum lagi kalau macet, ya mau engga mau sidang juga terlambat,”ujar B saat ditemui dikantornya.

Pria yang sudah belasan tahun menjadi pengawal tahanan ini, menambahkan, dirinya menyambut baik usulan tersebut, apabila kejaksaan diijinkan untuk mengelola rutan sendiri oleh Kemenkumham.

“Saya berharap usulan itu bisa ditindaklanjuti pimpinan Kejaksaan. Jika rutan ada di kantor kami, saya yakin sidang bisa dimulai sesuai jadwal. Kami juga bisa pulang sesuai aturan kerja. Kami juga ingin bertemu anak dan istri dirumah sebelum anak-anak kami tidur. Smoga kedepannya, seluruh kejaksaan, diijinkan memiliki rutan sendiri,”pungkasnya (REN)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *