Sempat Jual Database, Kejaksaan Maafkan Pelaku Karena..

0
11

“Jaksa Agung tidak akan memproses hukum pelaku MFW, karena sang pelaku, saat ini masih berusia muda (16 tahun) dan masih sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di daerah Palembang dan MFW juga telah berjanji dan membuat surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya,”kata Kepala Pusat Penerangan hukum Kejaksaaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawa di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/02)

JAKARTA (BOS)–Institusi Kejaksaan memastikan tidak akan memproses hukum MFW, pelaku penjualan Database Kejaksaan RI di raidforums.com. Alasannya usia pelaku masih dibawah umur alias masih mengenyam pendidikan di tingkat SMA. Meskipun ulah sang pelaku sempat membuat heboh institusi pemerintah tersebut dengan cara menghacknya dan menjual database.

“Jaksa Agung tidak akan memproses hukum pelaku MFW, karena saat ini,s i pelaku, masih berusia muda (16 tahun) dan masih sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di daerah Palembang dan MFW juga telah berjanji dan membuat surat pernyataan tidak lagi mengulangi perbuatannya,”kata Kepala Pusat Penerangan hukum Kejaksaaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawa di Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (19/02)

Leo Simanjuntak sapaan akrab kepada Kapuspenkum Kejagung membeberkan aksi pelaku baru diketahui pada Rabu, tanggal 17 Februari 2021 sekira pukul 14.55 WIB. Dimana Kejaksaan mendapatkan informasi bahwa terjadi penjualan Database Kejaksaan RI di raidforums.com.

Mendapatkan laporan tersebut, tim Kejaksaan merespon cepat dengan melakukan penelusuran ke situs https://raidforums.com/Thread-CSV-KEJAKSAAN-REPUBLIK-INDONESIA-DATABASE-500MB highlight=indonesia.

Total Database yang diperjualbelikan sebesar 500 Mb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224 dan dijual seharga 8 Credit (Sekitar Rp.400.000 (empat ratus ribu rupiah)).

“Setelah dianalisa berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa sumber data yang dijual merupakan data yang ada pada Website Kejaksaan RI dengan tautan https://www.kejaksaan.go.id dan sifatnya terbuka untuk umum atau publik dan tidak terhubung secara langsung dengan data base kepegawaian yang ada pada aplikasi Simkari,”beber Leo Simanjuntak.

Berdasarkan data sample yang diperoleh, sambungnya, dapat diketahui bahwa data yang dijual merupakan data akun admin web Kejaksaan RI yang menunjukkan username dan password yang kemungkinan menggunakan algoritma hashing password, daftar pegawai Kejaksaan, informasi perkara yang memang dikonsumsi oleh masyarakat, dan juga command line pelaku dalam melakukan dumping data pada Website Kejaksaan RI.

Selanjutnya, tim Kejaksaan melakukan investigasi dan pemeriksaan terhadap beberapa pengguna dari yang namanya tercatat di dalam data tersebut dan didapat kesimpulan bahwa user tersebut adalah user untuk masuk ke dalam Website Kejaksaan.

“Tim Kejaksaan memancing yang bersangkutan dengan membeli Database Kejaksaan RI di raidforums.com dan mendapatkan data kejaksaan yang dijual dalam bentuk file csv.txt 259,127 Kb dan file bin.txt sebesar 244,900 Kb dengan Total Line Database sebanyak 3.086.224,”ujar Leo Simanjuntak

Dari penelusuran didapatkan identitas pelaku dengan Inisial F, username, Twitter, Group : INDOGHOSTSEC, Telegram/Whatsapp, dan Website yang bersangkutan.

Hasil penelusuran Tim Kejaksaan bekerjasama dengan Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), serta komunitas hacker didapat sumber data baru berupa identitas diri dari MFW, NIK, Tempat Tanggal Lahir (16 Tahun), Alamat Lahat, Sumatera Selatan.

Tim Kejaksaan Agung pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021 dibantu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat berhasil menemukan dan mengamankan MFW di Lahat, Palembang dan selanjutnya bersama orang tuanya dibawa ke Kejaksaan Agung guna dilakukan penelitian.

Leo Simanjuntak juga mengungkapkan alasan tidak memproses hukum pelaku, lantaran orang tuanya (Bapak) MFW juga membuat surat pernyataan akan mendidik dan mengontrol anaknya untuk tidak melakukan perbuatan peretasan sebagaimana dimaksud.

Kapuspenkum Kejagung menambahkan pihaknya tidak segan-segan akan memeproses hukum kepada siapapun pelakuka yang berani melakkukan hal serupa.
\
“Kejaksaan RI akan menindak tegas dan pasti dapat menangkap para hackers yang mencoba atau melakukan tindakan perentasan terhadap data-data Kejaksaan,”tandasnya

Sementara ayah MFW yang hadir dalam konprensi pers, memohon maaf atas ulah usil anaknya yang menjual database Kejaksaan.

“Saya memohon maaf atas perbuatan anak saya. Memang anak saya sejak dari kecil sudah senang bermain Hp dan laptop. Saya juga kurang mengawasinya. Sekali lagi saya, mohon maaf, baut pimpinan Kejaksaan,”pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here