Rencananya Jenazah Mantan Jaksa Agung Basrief Arief Dibawa Ke Kejagung

oleh -1,230 views
Foto/Persatuan Jaksa Indonesia (PJI)

JAKARTA (BOS)–Insan korps Adhyaksa kehilangan putra terbaiknya, mantan Jaksa Agung diera Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Drs. Basrief Arief, M.H. Mantan Jaksa Agung menghembuskan napas terakhirnya, di Rumah Sakit yang terletak di Jakarta Selatan, Selasa (23/03) sekitar pukul 10.00 wib.

Rencananya jenazah almarhum akan singgah ke komplek Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan guna memberikan penghormatan kepada almarhum atas dedikasinya selama menjabat anggota Adhyksa.

“Rencanaya, jenasah almarhum akan masuk keliling komplek Kejaksaan Agung sebagai penghormatan terakhirnya,”kata sumber yang tidak ingin disebutkan namanya di kejagung, Selasa (23/03).

Sumber juga menambahkan, almarhum akan dikebumikan di TPU yang ada dilokasi, Jakarta Selatan.

Sementara itu dari pantauan di Kejagung, para pegawai dan jaksa berdiri dibeberapa lokasi. Mereka berkumpul dan menunggu kedatangan jenazah.

Sejumlah ucapan duka terpanpang di status WA para petinggi Kejaksaan. Termasuk foto-foto ucapan duka cita dari Persatuan Jaksa Indonesia (PJI).

Seperti diketahui karir Basrief Arief dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji.

Pria kelahiran di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, 23 Januari 1947. Mulai menjabat sebagai Jaksa Agung pada tanggal 26 November 2010 hingga 20 Oktober 2014, dengan wakilnya Darmono dan Andhi Nirwanto.

Basrief mengawali karirnya sebagai Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi Jakarta, kemudian sebagai Staf Ahli Kejaksaan Agung RI, Kepala Biro Umum, dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jakarta. Dalam karirnya ia pernah pula menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, kemudian menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong, dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Basrief adalah Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga saat pensiunnya pada Februari 2007.

Almarhum Basrief pernah menjadi Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi, atau lebih populer disebut Tim Pemburu Koruptor. Selamat Jalan, Pak Jaksa Agung, basrief Arief. Jerih payahmu dalam menegakkan hukum di Indonesia tak lekang dimakan waktu (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *