Kabadiklat Kejagung Toni Spontana Resmikan PTSP dan Pos Kamdal

oleh -38 views
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI Tony T. Spontana saat menyampaikan kata sambutannya terkait peresmian Pos Kemanan Dalam dan ruang PTSP ke pintu utama

Beritaobserver.Com-Meski sudah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK ) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM ) dari Kementerian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI Tony T. Spontana tidak merasa puas. Sejumlah inovasi dilakukannya, mulai dari pengunaan teknologi yang canggih hingga perbaikan sejumlah gedung, mulai dari Museum, perubahan pintu utama, pelebaran jalan bagi masyarakat hingga perbaikan masjid.

Secara simbolis peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kabadiklat, selanjutnya orang nomor satu di Badiklat ini didampingi Sesbadiklat Jaya Kesuma, Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Andi Iqbal meninjau ke dalam ruangan PTSP dan Pos Kamdal

“Kami bisa melayani dengan ikhlas dan berdedikasi. Perubahan tata letak PTSP dan Pos Kamdal ini sekaligus untuk merubah landscape kawasan ini lebih nyaman, indah, dan rapi, serta mampu mendorong para pegawai lebih aktif, bersinergi, sekaligus aman dan nyaman. Karena selain menggeser Pos Kemanan Dalam dan ruang PTSP ke pintu utama, maka pintu gerbang utama Badiklat juga akan bergeser ke tengah” kata Tony Spontana kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/09)

Menurutnya, perubahan pos kamdal dan pintu masuk tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal. Selain itu, agar masyarakat benar-benar terlayani dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah.

Pria yang dikenal akrab dengan wartawan ini menambahkan perubahan- perubahan ini diselaraskan dengan semangat reformasi birokrasi.

“Saat ini Badiklat memegang 2 predikat, yaitu WBK dan WBBM, yang diperoleh berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019; dan pada dua tahun terkahir ini pihaknya terus menjaga, merawat, dan maintain predikat itu supaya tidak turun kualitasnya sedikitpun,”tegasnya

Meskipun saat ini, sambungnya, penilaian untuk pembangunan Zona Integritas lebih ditekankan pada peningkatan kinerja, namun aspek peningkatan pelayanan masyarakat tidak boleh berhenti.

“Hakikat reformasi adalah perubahan yang lebih baik, sehingga perubahan itu akan terus dilakukan, baik dari membangun sesuatu yang belum ada maupun merubah sesuatu yang sudah eksis, menjadi yang lebih baik,” bebernya.

Tony menegaskan, Badiklat terus melakukan peningkatan dan pengembangan dalam pelayanan terhadap masyarakat. Dalam konteks birokrasi, maka perubahan dan pengembangan kawasan Badiklat ini diorientasikan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, sekaligus untuk meningkatkan kinerja Badiklat.

“Badiklat sedang dikembangkan dan dilakukan beberapa perubahan dalam rangka mengoptimalisasi fungsi kawasan ini, supaya lebih efektif dan efisien dalam melayani masyarakat, secara bisa lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

Sementara terkait renovasi Masjid kebanggaan Badiklat, Masjid Al-Hukama, Toni mengatakan hal ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan beribadah, termasuk peningkatan kapasitas jamaah dan fungsi sosial.

Begitu juga dengan renovasi Museum Adhyaksa juga dilakukan perubahan agar kebaradaan museum tersebut berfungsi lebih optimal. Bahkan rencananya museum tersebut kedepannya akan mengunakan teknologi digital yang tentunya akan mudah diakses oleh masayarakt diamanapun berada.

“Karena museum ini bukan saja milik Badiklat akan tetapi milik institusi Kejaksaan,” katanya.

Hadir dalam peresmian lokal baru PTSP dan Pos Kamdal ini dilaksanakan cukup singkat, dihadiri secara terbatas oleh pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Badiklat, dengan protokol kesehatan yang ketat (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *