Buka Rakernis Intelijen, Jaksa Agung : Bidang Intelijen Jadi Garda Terdepan Kejaksaan, Gunakan Kecanggihan Teknologi

oleh -53 views

Beritaosberver.Com–Jadi garda terdepan korp Adhyaksa, jaksa bidang intelijen Kejaksaan Agung dituntut mampu menggunakan kecanggiham teknologi Informasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai penegak hukum yang mumpuni.

Hal tersebut dikemukakan Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung) tahun 2021 di Jakarta, Rabu (22/09).

“Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, Intelijen Kejaksaan pun harus menjadi yang terdepan dalam pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya,”kata Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin

Menurutnya untuk menghasilkan karya-karya yang kreatif dan inovatif, yang dapat secara aplikatif memecahkan setiap problematika yang dihadapi Bidang Intelijen. Satuan kerja (Satker) Bidang Intelijen, untuk mengoptimalkan fungsi pengamanan pembangunan strategis guna mensukseskan jalannya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Karena itu, ciptakan kondisi yang sinergis dengan berbagai pihak dalam upaya mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif. Lakukan tindakan preventif terhadap masalah-masalah hukum yang telah terdeteksi sejak dini. Jangan menunggu masalah yang ada mengemuka ke permukaan lalu menimbulkan kegaduhan,”tegas Jaksa Agung.

Perlu disusun program atau roadmap digitalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi bidang intelijen, mengingat bidang intelijen adalah unit pendukung atau supporting unit yang bertanggung jawab memastikan seluruh kebijakan penegakan hukum Kejaksaan yang dilaksanakan oleh bidang-bidang lainnya dapat terlaksana dengan maksimal.

Selain itu, dalam urusan administratif yang bersifat pendukung saja, namun juga digitalisasi dalam urusan kegiatan atau operasi intelijen yang menggunakan teknologi monitoring terhadap target dalam rangka pengamanan kebijakan penegakan hukum oleh Kejaksaan. “Untuk itu perlu upaya digitalisasi yang diterapkan pada satuan kerja, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah, guna meningkatkan kinerja agar lebih optimal,” katanya.

Salah satu kunci kekuatan atau keberhasilan intelijen adalah apabila didukung dengan data yang lengkap, cermat, dan up to date. Pastikan perangkat digital Kejaksaan aman, tidak ada kebocoran. Oleh karena itu setiap pengadaan perangkat intelijen harus selalu memenuhi kaidah-kaidah pengadaan perangkat teknologi informasi intelijen sesuai ketentuan yang berlaku. Tinggi dan kompleksnya tingkat risiko dan potensi ancaman penyalahgunaannya. Setiap personel intelijen diharapkan memiliki kesadaran keamanan diri, serta dapat menerapkan sistem pengamanan informasi yang kuat pada sistem perangkat intelijen yang digunakan.

“Karena itu Bidang Intelijen harus mampu mengembangkan suatu sistem manajemen basis data yang modern, yang terakses dan terintegrasi pada setiap sumber-sumber data,” bebernya

Apalagi, kemajuan teknologi informasi yang terjadi saat ini tidaklah bersifat evolusi melainkan revolusi. Contohnya, teknologi jaringan seluler yang semula generasi pertama (1G) dalam tempo yang begitu cepat menjadi teknologi generasi kedua (2G), selanjutnya generasi ketiga (3G) masuk ke Indonesia pada tahun 2005, sedangkan pada periode 2014 sampai dengan 2018 sudah menggunakan generasi keempat (4G), dan sekarang dunia digital sudah mulai memperkenalkan jaringan generasi kelima (5G). Apalagi, perubahan terjadi begitu cepat sedangkan di sisi lain adanya kesenjangan antara kecepatan kemajuan teknologi dengan ketersediaan anggaran untuk mengupgrade peralatan.

“Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri Bidang Intelijen dalam rangka mempertahankan dukungan perangkat teknologi intelijen yang senantiasa selalu update mengikuti perkembangan teknologi,”tandasnya Jaksa Agung.

Kemudian sambungnya persiapkan Sumber Daya Manusia (SDM)yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang cepat. Apalagi, lanjutnya, SDM merupakan kunci dan peran utama dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas intelijen.

“Tanpa dukungan SDM yang memiliki kapasitas unggul dan berintegritas, kegiatan intelijen tidak akan berjalan dengan baik, meskipun telah dilengkapi dengan adanya perangkat intelijen yang memadai. Oleh karena itu, Bidang Intelijen dituntut harus mampu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas personilnya,”pungkasnyanegatif dan informasi yang keliru tentang Kejaksaan,”pungkasnya

KEJARI BOALEMO SIAP MELAKSANAKAN ARAHAN JAKSA AGUNG

Sementara itu, ditempat yang berbeda, Kepala Kejaksaan Negeri Boalemom Ahmad Muchlis menegaskan jajarannya bidang intelijen yang dipimpin Rasyid Kurniawan selaku Kepala Seksi Intelijen, siap menjalankan arahan Jaksa Agung yang disiarkan secara virtual dari ruang kerjanya

“Apa yang disampaikan Jaksa Agung RI bahwa kunci kekuatan atau keberhasilan Intelijen adalah apabila didukung dengan data lengkap, cermat dan up to date dengan pola cepat, tepat serta akurat dengan didukung sistem pelaporan digital, maka bidang intelijen mampu menjadi garda terdepan yang akan membawa harum nama korp Adhyaksa, Kami siap melaksanakan arahan Bapa Jaksa Agung demi kemajuan institusi Kejaksaan,”kata Kepala kejaksaan Negeri Boalemo, Achad Muchlis yang disampaikan Kepala Seksi Intelijen Boalemo, Rasyid Kurniawan

Seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Boalemo, mulai dari Kajari, para Kasie dan staff mengikuti Rakernis bidang intelijen yang berlangsung mulai dari tanggal 22-23 September 2021 secara virtual (REN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *