Beritaobserver.Com–Peduli terhadap beban yang sedang dihadapi warga di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, yang berdampak banjir, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat DR Masyhudi langsung bergerak cepat menggalang bantuan berupa sembako, obat-obatan, makanan kepada para pengungsi.
Hingga pekan ketiga warga 6 Kecamatan warga yang terkena dampak banjir 5.044 kk dari 19.363 jiwa.
“Bantuan yang kami berikan ini sebagai wujud kepedulian insan Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat atas musibah banjir yang melanda wilayah 27 desa di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat,”kata DR Masyhudi dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (12/11).
Menurut Kajati Kalbar yang ditemani istrinya selaku Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini wilayah Kalimantan Barat, bantuan sembako yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Sanggau akan diserahkan ke Bupati Sanggau untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi yang terdampak Banjir.
“Untuk Kabupaten Sekadau akan diserahkan melalui Kejaksaan Negeri Sekadau dan Pemkab Sekadau, dan Kabupaten Sintang dan Melawi akan diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Sintang,”bebernya.
Dengan melihat kondisi lapangan yang rawan longsor dan sedang banjir, sambungnya, bantuan berupa Sembako ini dibawa menggunakan transportasi darat berupa truck sebanyak 4 buah truck.
Adapun bantuan sembilan bahan pokok, berupa Obat-obatan, Pampers, makanan Bayi, Camilan Biskuit, Sarung, Air Mineral gelas/botol sejumlah Rp. 383.620.000,-
Bakti sosial ini diikuti oleh Pejabat Struktural yaitu Kajati, Wakajati, Para Asisten yang secara simbolis melepas keberangkatan Sembako, Obat-obatan dan lain-lain untuk dikirim ke Lokasi Banjir.
Seperti diketahui pasca hujan deras yang mengakibatkan warga di 27 desa di Sekadau terdampak banjir
Data BPBD Sekadau menyebutkan total warga terdampak banjir 5.044 kk dari 19.363 jiwa. Warga ini tersebar di 6 kecamatan dan 27 desa. Sementara warga terdampak banjir yang sudah mengungsi, tercatat baru 891 kk atau sekitar 3.190 jiwa
Jiwa kepedulian yang besar diperlihatkan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat DR Masyhudi terhadap penderitaan yang dihadapi warga terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Apalagi hingga pekan ketiga warga 6 Kecamatan warga yang terkena dampak banjir 5.044 kk dari 19.363 jiwa.
Sejumlah bantuan sembilan bahan pokok (sembako), mulai dari obat-obatan, makanan hingga keperluan bayi dan orang tua mulai dikirimkan kesejumlah pengungsi.
“Bantuan yang kami berikan ini sebagai wujud kepedulian insan Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat atas musibah banjir yang melanda wilayah 27 desa di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat,”kata DR Masyhudi dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat (12/11).
Menurut Kajati Kalbar yang ditemani istrinya selaku Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini wilayah Kalimantan Barat, bantuan sembako yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Sanggau akan diserahkan ke Bupati Sanggau untuk dibagikan kepada warga masyarakat yang Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang dan Melawi yang terdampak Banjir.
“Untuk Kabupaten Sekadau akan diserahkan melalui Kejaksaan Negeri Sekadau dan Pemkab Sekadau, dan Kabupaten Sintang dan Melawi akan diserahkan oleh Kejaksaan Negeri Sintang,”bebernya.
Dengan melihat kondisi lapangan yang rawan longsor dan sedang banjir, sambungnya, bantuan berupa Sembako ini dibawa menggunakan transportasi darat berupa truck sebanyak 4 buah truck.
Adapun bantuan sembilan bahan pokok, berupa Obat-obatan, Pampers, makanan Bayi, Camilan Biskuit, Sarung, Air Mineral gelas/botol sejumlah Rp. 383.620.000,-
Bakti sosial ini diikuti oleh Pejabat Struktural yaitu Kajati, Wakajati, Para Asisten yang secara simbolis melepas keberangkatan Sembako, Obat-obatan dan lain-lain untuk dikirim ke Lokasi Banjir.
Seperti diketahui pasca hujan deras yang mengakibatkan warga di 27 desa di Sekadau terdampak banjir
Data BPBD Sekadau menyebutkan total warga terdampak banjir 5.044 kk dari 19.363 jiwa. Warga ini tersebar di 6 kecamatan dan 27 desa. Sementara warga terdampak banjir yang sudah mengungsi, tercatat baru 891 kk atau sekitar 3.190 jiwa (REN)





