Sidang Dugaan Pembakaran Berujung Maut, Dosma Sijabat Hadirkan Ahli Kriminolog

oleh -58 views

Beritaobserver.Com, Tangerang–Pengadilan Negeri Tangerang kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan pembakaran bengkel Intan Jaya dengan terdakwa dr Merry Anastasia yang menewaskan tiga orang yakni, LE, ES dan LI.

Kal ini, kubu terdakwa dr Merry menghadirkan Kriminolog atau ahli pidana dari Universitas Indonesia (UI), Dr. Eva Achjani Zulfa.

Sosok Dr Eva Achjani Zulfa mungkin sudah dikenal masyarakat Indonesia. Ya, lulusan Universitas Indonesia tersebut, pernah menjadi saksi dalam kasus dugaan pembunuhan Kopi Sianida, Jessica Kumolo Wongso yang menewaskan Wayan Mirna Salihin usai menyeruput kopi yang ternyata berisi racun sianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu yang lampau.

“Kehadiran saksi Dr Eva yang berprofesi sebagai ahli krominolog atau pidana untuk mematahkan pasal-pasal yang didakwa dengan teori-teori perbuatan yang tidak ada dilakukan terdakwa,”kata Dosma Sijabat selaku kuasa hukum terdakwa dr Merry di Pengadilan Negeri Tangeran, Rabu (06/07).

Selain Dr Eva, Dosma Sijabat menambahkan pihaknya juga menghadirkan seorang satpam sebagai saksi.

Dari pantauan di Pengadilan Negeri Tangerang, kuasa hukum dan para saksi masih menunggu jalannya persidangan. Biasanya sidang digelar setiap hari Senin.

Sebelumnya dalam persidangan pemeriksaan terdakwa, dr Merry membantah dirinya terlibat dalam perencanaan pembakaran yang dilakukan calon suaminya dikediaman orangtuanya.

Merry mengungkapkan bahwa pada saat terjadi ledakan dikediaman sang kekasihnya itu, Merry masih berada di mobil pribadinya, menunggu kembalinya Leon yang dia pikir hendak mengambil baju pengganti.

Merry juga tidak mengetahui, apa yang dibeli kekasihnya itu, minyak atau bensin yang mengakibatkan kebakaran hebat dirumah calon mertuanya hingga menewaskan 3 korban. Hal inilah yang membuatnya keberatan dakwaan jaksa yang mendakwa Merry dengan pasal pembunuhan berencana.

“Kliennya kami tidak sama sekali berencana melakukan pembakaran dalam perkara ini. Perlu kami sampaikan tadi kami kecewa iya, tapi kami puas juga kesempatan itu sudah diberikan majelis hakim dan keterangan dari dr Merry bahwa unsur untuk pembunuhan berencana, unsur pembunuhan tidak ada. dan semua ini disampaikan, tidak ada sama sekali unsur pembunuhan yang direncanakan atau dipaksakan,”kata Dosma Sijabat kepada wartawan, Rabu (8/6)

Pengacara yang dikenal tegas ini menegaskan, pada saat sebelum kejadian tersebut, Merry mengungkapkan, kekasihnya tersebut sudah beberapa kali mencoba melakukan aksi bunuh diri. Mulai dari turun tak terduga dari mobil, ditengah jalan tol hingga sempat berdiri di jembatan. Namun, Merry berusaha menyelamatkan kekasihnya itu dengan mengajaknya menenangkan diri di hotel

Seperti diketahui, dr Merry didakwa melakukan dugaan pembakaran yang menewaskan 3 orang. Berinisial ED, 63, LI, 54, dan LE, 35. LE atau yang akrab disapa Merry diketahui calon suaminya sendiri. Sementara ED dan LI merupakan orangtua LE.

Kasus yang terjadi di Jalan Cemara Pasar Malabar, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang pada awal Agustus 2021.

Merry dijerat dakwaan pasal berlapis dengan pasal alternatif pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Serta pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 187 ayat 1 KUHP dan pasal 187 ayat 3 KUHP yang terkait tentang pembunuhan dan pembakaran yang menyebabkan orang lain meninggal dunia (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *