Eks Dirut PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto Ternyata Alumni Lemhanas, Ini Profilnya

oleh -1,223 views
Eks Dirut PT Sritex Iwan Setiawan Lukminto ditangkap tim penyidik Kejagung. (Foto: Kejagung)

BeritaObserver.com – Tim Penyidik Kejaksaan Agung atau Kejagung menetapkan Mantan Dirut PT Sritex (PT Sri Rejeki Isman Tbk) Iwan Setiawan Lukminto sebagai tersangka dan langsung ditahan terkait kasus dugaan korupsi, 20 Mei 2025.

Iwan Setiawan Lukminto dikenal sebagai arsitek kesuksesan PT Sritexkini menjadi sorotan publik setelah ditangkap tim penyidik Kejagung.

Penangkapan ini terkait dugaan korupsi dalam pemberian kredit bank senilai Rp3,58 triliun kepada PT Sritex, perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara yang didirikan ayahnya, Lukminto.

Berikut profil Iwan Setiawan Lukminto:

Iwan Setiawan Lukminto merupakan pria kelahiran Solo, Jawa Tengah, pada 24 Juni 1975.

Iwan Setiawan Lukminto adalah putra dari Lukminto, pendiri Sritex yang memulai bisnisnya dari berdagang di Pasar Kelewer, Surakarta pada 1966.

Iwan Setiawan Lukminto lulus sarjana Administrasi Bisnis dari Suffolk University, Boston, AS, tahun 1997.

Selain itu, Iwan Setiawan Lukminto alumni Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional) dari angkatan 20.

Iwan Setiawan Lukminto memulai kariernya di Sritex pada 1997 sebagai Asisten Direktur.

Setelah dua tahun, Iwan Setiawan Lukminto dipromosikan menjadi Wakil Direktur Utama pada tahun 1999.

Kemudian naik jabatan sebagai Direktur Utama sejak 2006 hingga Maret 2023.

Setelah itu, Iwan Setiawan Lukminto menjadi Komisaris Utama Sritex Group hingga tahun 2025.

Tahun 2013 menjadi tonggak penting bagi Sritex ketika perusahaan ini mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SRIL.

Pada masa itu, kinerja keuangannya terbilang impresif.

Salah satunya, pada laporan tahun 2012 yang menunjukkan keuntungan bersih sebesar Rp229 miliar, naik sekitar Rp68 miliar dibandingkan dengan tahun 2011.

PT Sritex tidak hanya memperluas pasar domestik, tetapi juga menjadi pemasok seragam militer terbesar, termasuk untuk tentara NATO dan Jerman.

Sritex juga memasok bahan seragam untuk Pemuda Pancasila dan mengekspor produknya ke Filipina.

Bahkan, pada masa pandemi, Sritex pun berhasil memproduksi masker sebanyak 45 juta dalam tiga minggu.

Sritex memiliki anak usahanya, yakni PT Sinar Pantja Djaja, PT Bitratex Industries, PT Primayudha Mandiri Jaya, dan Golden Legacy Pte Ltd.

Selain memimpin Sritex, Iwan Setiawan Lukminto aktif di berbagai organisasi nasional.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) pada tahun 2020-2021.

Iwan Setiawan Lukminto juga Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) bidang Pengembangan Pasar Modal.

Dalam olahraga, Iwan Setiawan Lukminto menjabat sebagai Dewan Kehormatan PB Wushu Indonesia.

Prestasi Iwan Setiawan Lukminto juga diakui internasional, pada 2020, Forbes memasukkan Iwan dalam posisi ke-49 pada daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan diperkirakan mencapai USD 515 juta atau sekitar Rp 7,8 triliun pada saat itu.

Iwan Setiawan Lukminto termasuk dalam figur sejarah industri tekstil di Indonesia.

Ia berhasil membawa perusahaan keluarga ke panggung global dan mengangkat reputasi industri tekstil nasional.

Namun, kini PT Sritex telah dinyatakan pailit sejak Oktober 2024 dan berhenti operasi usaha sejak Maret 2025.

Namun, perjalanan karier Iwan kini mulai menyusut.

Kejaksaan Agung menangkapnya di Solo terkait dugaan korupsi dalam pemberian fasilitas kredit bank kepada Sritex yang merugikan keuangan negara mencapai Rp692 miliar.

Meski Sritex adalah perusahaan swasta, kasus ini tetap diusut karena kredit tersebut diberikan oleh perbankan milik negara, sehingga menimbulkan potensi kerugian negara.

Selain itu, pemberian kredit dilakukan dengan melanggar ketentuan standar operasional prosedur (SOP) bank.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *