Pasca Tabrakan Kereta Api, Presiden Prabowo Siap Bangun 1800 Fly Over

oleh -60 views
Presiden Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa pagi. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaObserver.Com, Jakarta–Guna menghindari kemacetan dan peristiwa tabrakan kereta api terulang kembali, Presiden Prabowo Subianto akan membangun 1800 Fly Over atau jalan di atas perlintasan kereta api di Pulau Jawa

Kecelakaan kereta antara KRL dan Kereta Api Agro Bromo Anggrek di RSUD Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/4) malam, merengut 7 penumpang meninggal dunia dan 81 korban luka berat dan ringan.

“Pemerintah daerah Bekasi telah mengajukan permintaan pembuatan Fly Over, karena Bekasi ini juga padat dan keperluan kereta api sangat penting dan mendesak, saya juga telah menyetujui pembangunan fly Over oleh bantuan Presiden,”kata Presiden Prabowo Subianto kepada wartawan usai menjenguk koran yang dirawat di RSUD Bekasi, Selasa (27/4).

Presiden Prabowo, memperkirakan biaya pembangunan 1800 titik Fly Over diperlintasan kereta api disejumlah daerah pulau Jawa akan menelan biaya sebesar Rp 4 trliun.

“Sekitar Rp4 Triliun,”ujarnya

Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah akan memberikan konpensasi atau bantuan terhadap korban yang meninggal dunia, terluka berat maupun luka ringan

Terkait penyebab tabrakan maut tersebut, Presiden Prabowo memeritahkan pihak terkait untuk melakukan investigasi kecelakaan maut

Merunut dari rencana Prseiden Prabowo yang akan membangun 1800 Fly Over, hal tersebut sudah secepatya dilakukan lantaran banyaknya kejadian tabrakan yang disebabkan pengemudi roda dua dan empat yang seringkali menerobos palang kereta api, dan berakibat ditabrak kereta api yang melintas dilokasi tersebut.

Dari penelusuran BeritaObserver.Com, tercatat Kecelakaan Perlintasan Kisaran (April 2026) terjadi di perlintasan tanpa palang pintu di Jalan Merpati, Kisaran Timur, Asahan, diduga karena sopir gugup saat menyeberang.

Perlintasan Bogor (April 2026): Mobil tertabrak kereta di perlintasan Jalan Sholeh Iskandar, Bogor, setelah pengemudi nekat melintas.

Perlintasan Padang (Agustus 2025): Kereta api bandara menabrak minibus di perlintasan tanpa palang pintu di Jati Parak Salai, Padang, menyebabkan 2 orang meninggal dunia.

Perlintasan Probolinggo (September 2025): Mobil Nissan Serena tertabrak KA Ranggajati setelah mogok/ban meletus di perlintasan desa Tambakrejo, Probolinggo.

KAI mencatat penyebab kecelakaan tersebut antara lain:

Menerobos Palang Pintu: Pengendara sering nekat menerobos saat palang pintu mulai menutup atau sirine berbunyi, Perlintasan Tanpa Palang Pintu: Minimnya pengamanan di perlintasan liar atau tidak dijaga, Kendaraan Mogok/Tersangkut: Mobil mogok di tengah rel atau tersangkut karena elevasi jalan yang tidak rata dan Kurang Waspada: Pengemudi tidak berhenti, melihat kanan-kiri, dan mendengar sirine saat melintas (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *