SHARING TERKAIT PEMBERANTASAN KORUPSI, KPK HONGKONG APRESIASI KINERJA KEJAGUNG

oleh -390 views
Jaksa Agung HM Prasetyo (kacamata) bersama komisioner KPK Hongkong, Simon YL Peh saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan Terkait kunker KPK Hongkong ke Badiklat Kejagung.
Jaksa Agung HM Prasetyo (kacamata) bersama komisioner KPK Hongkong, Simon YL Peh saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan Terkait kunker KPK Hongkong ke Badiklat Kejagung.

JAKARTA (BOS)–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau Independent Commission Against Corruption (ICAC), Hongkong kembali menyambangi Institusi Kejaksaan Republik Indonesia.

Kunjungan Kerja (Kunker) tersebut selain berbagi pengalaman komisioner KPK Hongkong juga mengapresiasi kinerja institusi Kejaksaan Agung (Kejagung) yang lebih mengutamakan upaya pencegahan  tindak pidana korupsi.

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan kerja Komisioner KPK Hongkong Simon YL Peh bersama rombongannya ke Badan Pendidikan dan Latihan Kerja (Badiklat) Kejaksaan Agung yang terletak di Ragunan, Jakarta Selatan.

“Saya harap ini kesempatan baik untuk dapat bekerjasama dan kita bisa sharing tentang pengalaman kita di Hongkong,” kata Simon YL Peh, Komisioner ICAC, kepada wartawan usai bertemu Jaksa Agung HM Prasetyo dan jajaran Eselon I Kejaksaan Agung di Komplek Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI di Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (26/02).

Kabadiklat Kejagung, Setia Untung Arimuladi menyambut kedatangan komisioner KPK Hongkong, Simon.

Komisiones KPK Hongkong ini menegaskan kedatangannya ke Kabadiklat Kejaksaan Agung, juga ingin memafarkan atau berbagi kiat terkait pengalamannya di Hongkong dalam menerapkan strategi penanganan tindak pidana Korupsi.

Simon juga didapuk untuk memberikan pemafaran tentang kiat-kiat penanganan tindak pidana korupsi di Hongkong kepada 32 Kepala Kejaksaan Tinggi se-Indonesia.

Perlu diketahui, saat ini tindak pidana Korupsi di Hongkong sangat kecil. Bisa dibilang terbersih.

“Saat ini, Hongkong merupakan negara terbersih,”kata HM Prasetyo.

Terkait kunjungan kerja Ketua KPK Hongkong bersama anggotanya ke Kejaksaan, Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan kunker tersebut merupakan kerjasama dan koordinasi sesama penegak hukum seperti Kejaksaan RI dan Hong Kong ICAC dalam mencegah dan memberantas korupsi sangat diperlukan dan suatu keniscayaaan.

“Karena kejahatan korupsi kini bermertamorfosa jadi kejahatan lintas negara,” katanya.

Dia mencontohkan kini bisa koruptor dan kelompoknya merencanakan perbuatannya di Singapura, mengorganisirnya di Hongkong, dan melaksanakan korupsi di Indonesia.“Kemudian menikmati hasil korupsi misalnya di Swiss,” kata Prasetyo yang kemarin sangat mengapreasi kedatangan Komisioner Hong Kong ICACSimon YL Peh yang untuk kedua kalinya ke Indonesia.

“Karena kunjungan beliau (Simon Peh-red) wujud dari upaya untuk memberi tambahan semangat dan dukungan kepada jajaran kejaksaan untuk semakin giat melaksanakan pencegahan dan pemberantasan korupsi,” tuturnya.

Selain itu, kata Jaksa Agung, Simon bisa membagi cerita kepada jaksa-jaksa Indonesia tentang sukses history dan tentang apa yang mereka lakukan dalam kaitan pemberantasan korupsi.

“Kunjungan beliau juga sebagai wujud dan bentuk adanya hubungan emosional yang begitu erat antara Kejaksaan RI dengan ICAC,” kata Prasetyo.

Prasetyo juga mengatakan dengan adanya pencerahan dan kerjasama diantara kedua negara akan meningkatkan semangat, profesionalitas dan pemahaman, khususnya dalam kaitan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Jaksa Agung juga menegaskan dalam pertemuan tersebut, dia juga sempat mengungkapkan kepada Simon soal upaya pencegahan korupsi di Indonesia melalui Tim Pengawal dan Pengamanan Pembangunan (TP4).

“Disitu (TP4) para jaksa melakukan pengawalan-pengawalan dan pendampingan-pendampingan untuk membantu program pembangunan pemerintah daerah. Baik fisik maupun non fisik. Seperti pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara dan lainnya.” ujarnya

Selain itu mantan JAM Pidum ini menambahkan, melalui pengawalan diharapkan semua program pembangunan di tanah air dapat berjalan cukup lancar. “Selain tepat waktu, menghemat biaya dan selesai pada waktunya sehingga hasilnya segera dapat dirasakan masyarakat.”pungkasnya

Sebelumnya, tahun 2016, KPK Hongkong juga pernah berkunjung ke Kejaksaan (ANTONI)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *