Kantornya Di Geledah BP Jamsostek : Kami Hormati Proses Hukum

0
23

JAKARTA (BOS)–Deputi Direktur Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja menegaskan pihaknya, mengedepankan azas praduga tidak bersalah dan menghormati proses penyidikan yang sedang ditangani penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sebelumnya, Tim Jaksa penyidik Kejagung telah menggeladah dan menyita sejumlah dokumen yang diduga terkait dugaan perakar korupsi di BPJS Ketenagakerjaan.

Irvansyah mengatakan pihak manajemen siap untuk memberikan keterangan dengan transparan guna memastikan apakah pengelolaan investasi telah dijalankan sesuai tata kelola yang ditetapkan.

“BP Jamsostek berharap proses ini tidak menimbulkan spekulasi dan keresahan di publik, saat pemerintah sedang berupaya keras dalam memulihkan ekonomi nasional,” kata Irvansyah Utoh Banja dalam siaran persnya, Selasa (19/01).

Menurutnya, BP Jamsostek merupakan badan hukum publik yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden. Sehingga, kegiatan operasionalnya termasuk pengelolaan dana, telah diawasi dan diaudit baik oleh Satuan Pengawas Internal, Dewas Pengawas dan berbagai lembaga berwenang secara berkala dan rutin, yaitu BPK, OJK, KPK dan Kantor Akuntan Publik.

Berdasarkan hasil audit BP Jamsostek dari lembaga-lembaga tersebut dari tahun 2016 hingga 2019 mendapat predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM)/Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
BP Jamsostek juga selalu menyampaikan hasil audit Laporan Keuangan (LK) dan Laporan Pengelolaan Program (LPP) tersebut kepada publik melalui media massa.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pengelolaan dana yang dilakukan BP Jamsostek mengacu pada instrumen dan batasan investasi yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2015, serta beberapa Peraturan OJK.

“BP Jamsostek juga memiliki aturan yang ketat terkait dengan pemilihan mitra investasi dan selalu bekerjasama dengan mitra terbaik,” ujarnya.

Strategi investasi BP Jamsostek, sambungnya, selalu mengutamakan aspek kepatuhan, kehati-hatian dan tata kelola yang baik (good governance) untuk mendapatkan hasil yang optimal sepenuhnya untuk peserta dengan risiko yang terukur.

Dia menyebutkan, dana kelolaan BP Jamsostek per 31 Desember 2020 telah mencapai Rp486,38 triliun dengan hasil investasi mencapai Rp32,30 triliun, serta YOI mencapai 7,38%. Aset alokasi per 31 Desember 2020 sebagai berikut: Surat Utang 64%, Saham 17%, Deposito 10%, Reksadana 8%, dan Investasi langsung 1% Lalu,”katanya.

Selain itu, sambungnya, per 31 Desember 2020, sebanyak 98% dari portofolio Saham BP Jamsostek ditempatkan pada saham LQ45.

“Penempatan pada instrumen Reksadana juga berdasarkan pada underlying asset yang memiliki fundamental yang kuat dan likuiditas yang baik. Sehingga kualitas aset investasi BP Jamsostek sangat baik dan pengelolaan dananya tidak pernah mengalami kendala likuiditas dan selalu mampu memenuhi kewajiban klaim kepada peserta,” jelasnya.

Ditambahkan Irvansyah, mitra kerja untuk investasi pada instrumen Saham dan Reksadana harus melalui penilaian scoring internal, dengan indikator kuantitatif (permodalan, likuiditas, rentabilitas, net profit margin, AUM, market share, skor reksadana dan aktivitas transaksi) dan kualitatif (komitmen, kredibilitas, reputasi baik, riset kuat, pengalaman, update informasi fundamental).

“Mitra investasi yang bekerjasama dengan BP Jamsostek juga dipastikan merupakan yang terbaik dan terbesar di kelasnya, seperti Manajer Investasi dengan dana kelolaan minimal Rp1,5 triliun (tidak termasuk discretionary fund, RDPT dan reksadana dalam mata uang asing) dan sudah berpengalaman minimal 5 tahun,” pungkasnya (SAB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here