Cegah Bullying, Kasad Resmikan Tahanan Militer Pomdam Jaya Berbasis SMART

0
67

“Untuk pertama kalinya TNI AD memiliki smart instalasi tahanan militer,”kata Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama milik TNI AD di Mapomdam Jaya, Jalan Sultan Agung, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

JAKARTA (BOS)–Untuk pertama kalinya penjara militer di Indonesia mempunyai pelayanan berbasis Information Communication Technologies (ICT) alias SMART. Diyakini dengan Penjara militer yang terdiri dilahan seluas 1.500 meter persegi, yang berada di Mapomdam Jaya, Jalan Sultan Agung, mampu memberikan kenyamanan kepada 83 warga atau prajurit binaan, termasuk tahanan titipan KPK yang ditahan dari tindakan bullying, vandalisme, menyakiti diri sendiri dan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk pertama kalinya TNI AD memiliki smart instalasi tahanan militer,”kata Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meresmikan Smart Instalasi Tahanan Militer pertama milik TNI AD di Mapomdam Jaya, Jalan Sultan Agung, Jakarta, beberapa hari yang lalu.

Jenderal bintang empat ini, menjelaskan pembangunan instalasi tahanan militer yang menelan biaya sebesar Rp100 miliar, seluruh fasilitasnya berbasis ICT semua peralatan yang ada, sudah diintegrasikan sedemikian rupa dengan artificial intelligence (AI). Keamanannya sangat terkendali.

Apalagi, lanjutnya, penjara militer tersebut diprogram dengan elektronik, sehingga otomatis tidak lagi manual, pengunciannya.Termasuk menyalakan lampu dan sebagainya.

“Yang dulunya, tidak manusiawi, sekarang sudah bagus dan sangat aman karena semua yang ada didalam didesain sedemikian rupa mencegah vandalisme, buliying dan yang mencelakai diri sendiri,”tegasnya.

Selain itu, dengan adanya instalasi tahanan militer yang SMART ini, bisa menjadikan Jakarta menjadi barometer.

Andika yang digadang-gadangkan sebagai panglima TNI mengantikan jenderal Hadi Tjahjanto, berharap jajaran Kodam Jaya, agar bisa memanfaatkan instalasi tahanan militer dengan semaksimal.

“Kepada pejabat Kodam Militer untuk benar-benar memanfaatkan kelebihan instalasi tahanan militer ini. Karena memang inilah yang seharusnya kita miliki, tadinya kan tidak manusiawi,”ujarnya.

Dia juga berharap pemerintah bisa memberikan anggaran lagi untuk pembangunan penjara militer didaerah lainnya, prioritas di Jawa, Jawa Timur atau Jawa Barat. yang saat ini masih belum berbasis SMART.

“Kita berharap karena kami sedang menyusun rencana, semoga kita bisa mendapatkan satu lagi tahun ini dalam hal pengadaannya ya. Kalau pengerjaannya kan membutuhkan waktu. Harapannya kami pemerintah mengabulkan permintaan kami,”pungkasnya.

Perlu diketahui selain menampung para tahanan militer yang berasal dari prajurit yang melanggar keras aturan disiplin di TNI AD, rutan milik Pomdam Jaya ini juga menerima tahanan titipan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini masih menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor. (REN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here