Penyidik Kejagung Periksa 4 Pegawai Bagian Analisis BPJS Ketenagakerjaan

0
85

JAKARTA (BOS)–Tim Jaksa pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa 4 orang pejabat dibagian analisis Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan.

Mereka yang diperiksa tim jaksa penyidik Pidana Khusus, berinisal, DH, DY, TS dan AMM.

“Para saksi yang berasal dari bagian analisis BPJS Ketenagakerjaan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan,”kata Kepala Pusat penerangan Hukum Kejaksaan Agung, RI, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam rilisnya yang diterima, Kamis (22/04).

Mantan Wakil Kepala Kejaksaan tinggi Papua Barat ini menegaskan pemeriksaan para saksi, merupakan kepentingan penyidik.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada BPJS Ketenagakerjaan,”tandasnya.

Perlu diketahui, tim penyidik Pidsus Kejagung melakukan pengeledahan di kantor BPJS Pusat, dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print-02/F.2/Fd.2/01/2021.

Meski telah memeriksa puluhan saksi, namun hingga saat ini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangkanya.

Para pejabat BPJS Ketenagakerjaan yang telah dimintai keterangannya sebagai saksi. termasuk sejumlah direktur dari beberapa perusan juga telah diperiksa penyidik, antara lain, Direktur PT BRI Danareksa Sekuritas, presiden direktur pada PT Indo Premier Sekuritas, TM, direktur utama PT Panin Sekuritas Tbk, IC, head of equity sales pada PT Sucor Sekuritas. MY dan head institusi PT Valibury Sekuritas Indonesia, SAP, Termasuk 4 orang bagian analisis BPJS Ketenagakerjaan. (BAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here