Kasus Dugaan Korupsi ASABRI, Kejagung Periksa Direktur Investasi PT. Victoria Manajemen Investasi

0
58

JAKARTA (BOS)–Hampir sepekan ini, tim Jaksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung tidak pernah berhenti melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dugaan kasus korupsi PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 23,7 triliun.

Teranyar, seorang Direktur Investasi PT. Victoria Manajemen Investasi berinisial AAS dimintai keterangannya sebagai saksi oleh Jaksa Pidsus yang bermarkas di gedung bundar, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Jumat (23/04)

Selain AAS, penyidik juga memeriksa 2 orang saksi lainnya sebagai saksi, yakni Komisaris PT. Prima Jaringan, LB dan AHM selaku Sales PT. Yuanto Sekuritas Indonesia.

“Pemeriksaan para saks,i dilakukan untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi pada PT. Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI),”kata Kapuspenkum Kejagung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam rilisnya yang diterima, Jumat (23/04).

Sehari sebelumnya, 12 orang saksi dari berbagai perusahaan telah menjalani pemeriksaan. Mereka antara lain, UP selaku Komisaris dan Direksi PT. Topas Investment, ANMT selaku Nominee, YT selaku Nominee, IFA selaku Staf Bidang Analisis Investasi Divisi Investasi PT. Asabri, YHP selaku Staf Geomin PT. Antam, Tbk dan TT selaku kerabat Tersangka BTS dan M selaku Nominee, MSW selaku Nominee,

Kapuspenkum yang akrab dipanggil Leo menambahkan pemeriksaan para saksi, dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan guna menghindari penularan Covid 19 yang saat ini masih terus mewabah di Indonesia.

“Pemeriksaan dilakukan dengan mematuhi prosedur kesehatan, jaga jarak dan mencuci tangan serta mempergunakan masker saat pemeriksaan berlangsung,”pungkasnya

Seperti diketahui, dalam kasus ini, Kejagung menetapkan 9 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi PT ASABRI. Mereka antara lain, mantan Direktur Utama PT Asabri Mayor Jenderal (Purn) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Purn) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, dan Benny Tjokrosaputro. Selain itu mantan Kepala Divisi Investasi ASABRI, Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Direktur Investasi dan Keuangan Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi ASABRI, Bachtiar Effendi.

Para tersangka dijerat pasal sangkaan yakni Primair : Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Subsidair : Pasal 3 jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP (BAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here