Kasus Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Dirut PT OSO Manajemen Investasi

oleh -50 views

Beritaobserver.Com–Jaksa Penyidik pidana khusus kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama PT. OSO Manajemen Investasi, RO sebagai saksi perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

“Saksi RO selaku Direktur Utama PT. OSO Manajemen Investasi, diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI),”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Senin (20/09)

Kapuspenkum yang akrab disapa Leo juga menegaskan selain RO, penyidik juga memeriksa 10 orang saksi lainnya yang berasal dari beberapa perusahaan terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI). Mereka yakni ST selaku Direktur Trimegah Sekuritas, OS selaku Direktur Kresna Sekuritas, MNA selaku Karyawan Swasta/Divisi Operasional Bank BNI Pusat, UPS selaku Direktur PT Synergi Internusa Sejahtera, ME selaku Sales PT. Trimegah Securities, Tbk, AD selaku Direktur PT Corpus Sekuritas dan MA selaku (Direktur Anugerah Sekuritas Indonesia.

Penyidik juga memeriksa dua saksi lainnya, yakni RMAHC selaku Karyawan Swasta (Broker) dan MH selaku Repo Admin pada PT. Bumi Nusa Jaya Abadi, diperiksa terkait pengelolaan dana investasi di PT. Asabri dengan Tersangka TT

Seperti diketahui dalam kasus ini, Penyidik Kejagung telah menetapkan tersangka 10 Manajer Investasi (MI) tersebut yaitu: Korporasi PT IIM, PT MCM, PT PAAM PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC

Penetapan para tersangka, sambung Leo, terhadap perusahaan manajer investasi (MI) dilakukan berdasarkan gelar perkara (ekspose) yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manager investasi telah menemukan fakta reksa dana yang dikelola oleh MI yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional. Selain tidak dilakukan secara profesional, pengelolaan dana juga tidak independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan oleh MI.

Perbuatan MI tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer Investasi serta peraturan lainnya yang terkait, dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada Asabri sebesar Rp 22.788.566.482.083,00 atau Rp 22 triliun lebih.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *