Buronan Kasus Pekerjaan Kawasan Hutan Taman Wisata Sambas Ditangkap Di Jakarta

oleh -66 views

Beritaobserver.Com–Pelarian terdakwa kasus dugaan Tindak Pidana Mengerjakan kawasan hutan secara tidak sah, Maman Suherman Bin Jaya Permana akhirnya berakhir ditangan Tim Tangkap buronan Kejaksaan Agung dibantu kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat.

Pria yang selama ini menjadi buruan Jaksa eksekutor dari Kajati Kalbar diringkus saat berada di Jl. Metro Kencana V, Pondok Pinang Blok PA 29, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (27/09).

“Saat diamankan tim tabur Kejagung dibanti Kajati Kalbar, yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan,”kata kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak dalam pesan tertulisnya yang diterima, Selasa (28/09)

Kapuspenkum Kejagung yang akrab dipanggil Leo menjelaskan dalam kasus ini Maman, dengan sengaja mengerjakan dan atau menggunakan dan atau menduduki kawasan hutan secara tidak sah pada rentang waktu antara Januari 2011 s/d Desember 2011 atau setidak-tidaknya pada beberapa waktu masih dalam tahun 2011, bertempat di Kawasan Taman Wisata Alam Gunung Melintang, Desa Sentaban, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Maman dijerat Pasal 78 ayat (14) jo. Pasal 50 ayat (3) huruf a Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang.

Atas perbuatannya berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 92K/Pid.Sus.LH/2017 tanggal 21 Juni 2017, majleis hakim menyatakan Terdakwa Maman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Tindak Pidana mengerjakan kawasan hutan secara tidak sah.

“Terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama 3 tahun dan denda sejumlah Rp750.000.000,- dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,”ujarnya.

Namun saat dikirimkan surat panggilan untuk dijebloskan ke jeruji penjara, terdakwa tidak bersedia memenuhi panggilan. Jaksa Eksekutor kemudian memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Hingga akhirya yang bersangkutan berhasil diamankan.

“Rencananya yang bersangkutan akan diberangkatkan ke Kalimantan Barat pada hari ini, pukul 15:00 WIB dengan menggunakan pesawat,”pungkasnya (REN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *