Pakar Hukum Pidana, Prof. Mudzakir Minta Kejagung Sidik Kasus Asabri Secara Komprehensif

oleh -86 views

Beritaobserver.Com–Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Muzakir menyarankan penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung mengusut perkara dugaan korupsi kasus pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik (Asabri) secara komprehensif dan jeli yang merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 Triliun.

“Kalau mau komprehensif angkat saja perbuatannya. Siapa saja yang terlibat libas saja semuanya dong,” kata Pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Muzakir saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (6/10).

Terbaru, tim penyidik Kejagung belum lama kembali menetapkan empat tersangka baru. Mereka adalah tersangka baru korupsi Asabri, yakni
Teddy tjokro adik Benny Tjokro, mantan Direktur Ortos Holding, Edward Seky Soerjadjaya; mantan Komisaris Utama PT Sinergi Millenium Sekuritas, Bety, dan Komisaris PT Sekawan Inti Pratama, Rennier Abdul Rachman Latief .

Meski baru saja menetapkan tersangka baru, tidak menutup kemungkinan ada pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, hingga saat ini belum tersentuh secara hukum.

“Itu semua mesti diperiksa dengan tujuan untuk memastikan apakah terperiksa adalah pelaku atau bukan,”tegasnya.

Termasuk sambungnya, jika penyidik di gedung bundar berkesimpulan terperiksa diduga bukan pelaku kejahatan, tentu saja asetnya tidak bisa disita.

“Jika aset hasil tindak pidana disita demi untuk pembuktian tindak pidana. Dan kalau aset bukan hasil tindak pidana untuk kepentingan pemulihan kerugian keuangan negara,”tukasnya.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesia Justice Watch Akbar Hidayatullah.

“Menurut saya sebuah keganjilan. Nanti publik mengira-ngira ada tebang pilih atau bagaimana. Ada satu pihak diperiksa tapi satu pihak cenderung aman,” katanya

Hidayatullah menilai siapapun yang diduga ada kaitan dengan kasus Asabri harus dipanggil dan diperiksa. Kejaksaan harus bersikap adil pada semua pihak.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Kejagung Supardi menyatakan, timnya masih bekerja keras dengan memeriksa sejumlah saksi untuk menemukan para aktor dalam kasus mega skandal korupsi ini.

Bahkan Supardi , Direktur Penyidikan memastikan tak gentar sedikit pun untuk menyeret siapapun yang terlibat.

“Kita tunggu progres penyidikan berikutnya. Punya hubungan dengan siapapun, yang penting ada alat bukti pendukungnya, pasti kita dalami,”tegas Dirdik

Dalam kasus Asabri ini, diketahui penyidik telah menyita sejumlah aset milik terdakwa Benny Tjokrosaputro. Bahkan tak berhenti disini, adiknya Teddy Tjokro pun juga telah ditetapkan sebagai tersangka yang aset-asetnya jelas telah ikut disita.

Sebelumnya, dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) menyebutkan 15 orang telah menerima kekayaan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Sosial Bersenjata Republik (Asabri).

Delapan di antaranya adalah terdakwa perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 22,78 triliun, seorang merupakan tersangka yang penuntutannya dihentikan karena meninggal dunia, sedangkan enam orang lainnya yang belum ditersangkakan.

Selain tersangka perorangan, penyidik Kejaksaan Agung juga menetapkan 10 manajer investasi sebagai tersangka korporasi dalam perkara Asabri.

Kesepuluh tersangka manajer investasi tersebut, yakni PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC (Ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *