Korban Memaafkan Pelaku, Kejari Kobar Hentikan Kasus Penadahan Barang Curian

oleh -272 views

Beritaobserver.Com–Upaya Tim Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif perkara tindak pidana umum atas nama Wasik bin Fatholla terdakwa kasus dugaan penadahan barang curian milik korbannya, Kasimah akhirnya membuahkan hasil.

Andai saja, kasusnya tidak dihentikan, Wasik pun terancam hidup dijeruji penjara selama 4 tahun dan denda paling banyak sembilan ratus ribu rupiah sebagaimana yang tertera Pasal 480 KUHP.

Sebelumnya Wasik ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana penadahan barang milik korban pencurian, Kasimah. Tersangka Wasik dijerat pasal sangkaan yakni asal 480 KUHP dengan ancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus ribu rupiah,

“Setelah ada upaya perdamaian antara pelaku dengan pihak korban, akhirnya kita sepakati menghentikan penuntutan berdasarkan keadilan restoratif,”kata Kepala Kejaksaan Negeri Kalimantan Barat (Kobar), Makrun SH, MH yang disampaikan Kepala seksi Intilijen, Joel Indra Nasution, Senin (29/11)

Joel Indra menjelaskan adapun penghentian penuntutan terhadap Wasik berdasarkan adanya upaya perdamaian antara pihak pelaku dan pihak korban. Selain itu, tersangka baru pertamakali melakukan tindak pidana dan tindak pidana ancaman di bawah 5 tahun

“Yang utama pihak korban kasimah memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh tersangka wasik,”beber Joel Indra

Meskipun kedua pihak telah melakukan perdamaian, sambung Joel Indra penghentian penanganan perkara melalui azas Keadilan Restoratif atau Restoratif Justice (RJ) sebagaimana peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020, langsung disetujui.

Kemudian upaya perdamaian dituangkan dalam berita acara perjanjian perdamaian pada tanggal 23 november 2021 yang dibuat oleh jaksa penuntut umum pada kejaksaan negeri kotawaringin barat terkait permintaan persetujuan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dapat di setujui.

“Berdasarkan hasil ekspose Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah dan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang di wakili oleh Direktur Orang Dan Harta Benda Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada tanggal 26 november 2021 dan telah disetujui oleh Pimpinan,”pungkasnya

UCAPKAN TERIMA KASIH

Sementara itu, tersangka Wasik menyampaikan ucapan terima ksih kepada pihak korban dan seluruh pimpinan Kejaksaan yang mengabulkan permohonannya agar kasusnya dihentikan dengan alasan baru pertama kali melakukan aksi terlarangnya ini.

“Saya berterima kasih kepada korban dan pihak Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat dan Kejaksaan Tinggi serta pimpinan Kejaksaan Agung atas dihentikan kasus saya ini. sekali lagi terima kasih,”katanya dengan suara parau.

Apa yang disampaikan pelaku, tentunya sangat tepat. Andai saja, kasusnya tidak dihentikan, Wasik pun terancam hidup dijeruji penjara selama 4 tahun dan denda paling banyak sembilan ratus ribu rupiah sebagaimana yang tertera Pasal 480 KUHP (REN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *