22 Unit Satker Raih WBK dan WBBM, Jaksa Agung Prof ST Burhanuddin: Jangan Berpuas Diri, Layani Masyarakat Secara Prima!

oleh -175 views

Beritaobserver.Com—Jaksa Agung RI, Prof Sanitiar Burhanuddin mengingatkan 22 unit satuan kerja (satker) Kejaksaan yang berhasil meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), jangan berpuas diri dan tetap melayani masyarakat secara prima.

Hal tersebut diungkapkan Jaksa Agung, Prof ST Burhanuddin usai dinobatkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sebagai pemimpin perubahan di institusi Kejaksaan.

“Bagi mereka yang meraih WBK dan WBBM untuk tidak berpuas diri dan harus lebih ditingkatkan dan di pertahankan,”kata Jaksa Agung, Prof ST Burhanuddin saat dihubungi, Senin (20/12).

Jaksa Agung juga mengingatkan bagi yang belum berhasil meraih predikat WBK dan WBBM, agar tetap bersemangat dalam melayani masyarakat.

“Bagi yang belum mendapat hayo lebih semangat dalam bertugas dan melayani masyarakat secara prima,”pungkasnya

Menpan RB, Tjahjo Kumolo mengumumkan untuk tahun 2021, 22 Unit kerja Kejaksaan baik tingkat Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri hingga unit Jaksa Agung Muda berhasil meraih Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan WBBM yang digelar dengan perpaduan antara tatap muka langsung (offline) dan melalui daring (online) di Jakarta, Senin (20/12).

Berikut sebanyak 18 unit kerja dari institusi Kejaksaan yang berhasil memperoleh predikat zona integritas menuju WBK Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin), Kejaksaan Negeri Binjai, Kejari Nganjuk, Kejari Batu, Kejari kota Kediri, Kejari Balangan, Kejari Ngada, Kejari Nunukan, Kejari kota madiun, Kejari Timur Tengah Utara, Kejari Tanah Toraja, Kejari Maringin, Kejari Jembrana, Kejari Kotabaru, Kejari Pati, Kejari kota Kupang, Kejati Riau, dan Kejari Lampung Tengah

Untuk tingkat zona integritas WBBM tahun 2021,  unit bidang Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejati Bali, Kejari Maros dan Kejati Jambi.

Dalam keterangan tertulisnya, Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo menegaskan penyerahan predikat ini dalam rangka memberikan apresiasi terhadap instansi pemerintah dan unit yang sungguh-sungguh melaksanakan pembangunan zona integritas sehingga masyarakat mendapat pelayanan yang prima dan berintegritas

Sementara itu, Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB Erwan Agus Purwanto menegaskan salah satu tujuan terselenggaranya acara apresiasi dan penganugerahan zona integritas menuju WBK dan WBBM 2021 adalah untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa reformasi birokrasi telah memberikan hasil yang nyata berupa pelayanan yang berkualitas dan berintegritas, selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat.

WBK adalah predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi serta telah mampu mencegah terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Enam area perubahan tersebut adalah manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Sedangkan WBBM adalah predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi serta telah mampu mencegah KKN dan bisa memberikan pelayanan prima. Tidak berhenti sampai disitu, pimpinan unit kerja pelayanan serta jajarannya dipastikan harus sudah melakukan berbagai perbaikan internal organisasi secara nyata, sistematis, dan berkelanjutan (REN)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *