Kejagung Jebloskan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembiayaan Ekspor LPEI Ke Rutan Kejagung

oleh -35 views

Beritaobserver.Com–Lima orang Tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor Nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019 harus menerima kenyataan pahit. Pasalnya pasca ditetapkan sebagai tersangka, merekapun langsung dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung dan Kejari Jakarta Selatan selama 20 hari kedepan.

Adapun kelima tersangka yakni, FS selaku Kepala Divisi Pembiayaan UKM 2015-2018, AS selaku Direktur Pelaksana IV/Komite Pembiayaan dan selaku Pemutus awal s/d akhir Group Walet serta selaku Direktur Pelaksana Tiga LPEI periode 2016 dan selaku Komite Pembiayaan (Pemutus) Group Johan Darsono, JAS selaku Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) LPEI Surakarta periode 2016, JD selaku Direktur PT Mount Dreams Indonesia, S selaku Direktur PT. Jasa Mulia Indonesia, PT. Mulia Walet Indonesia dan PT. Borneo Walet Indonesia

“Untuk mempercepat proses penyidikan, kelimanya langsung ditahan dirutan berbeda,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leorand Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kamis (06/01)

Para tersangka yang ditahan dirutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung, yakni, Tersangka AS, FS dan JD. Sementara dua tersangka lainnya yang ditahan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan yakni JAS dan S.

Mantan wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat membeberkan kronologis kasus yang menjerat kelima tersangka, bahwa LPEI dalam penyelenggaraan Pembiayaan Ekspor Nasional telah memberikan pembiayaan kepada para debitur tanpa melalui Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) dan tidak sesuai dengan Aturan Kebijakan Perkreditan LPEI sehingga berdampak pada meningkatnya Kredit Macet/Non-Performing Loan (NPL) pada tahun 2019 sebesar 23,39% dan berdasarkan Laporan Keuangan LPEI per 31 Desember 2019 LPEI mengalami kerugian tahun berjalan sebesar Rp.4.700.000.000.000

Kemudian sambungnya LPEI dalam memberikan Fasilitas Pembiayaan kepada 8 Group (terdiri dari 27 perusahaan) tanpa melalui Prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik (Good Corporate Governance) dan tidak sesuai dengan Aturan Kebijakan Perkreditan LPEI dan sesuai Laporan Sistem Informasi Manajemen Resiko Pembiayaan dalam posisi Kolektibilitas 5 (macet) per tanggal 31 Desember 2019. yaitu: Group Walet terdiri dari 3 perusahaan. CV. Mulia Walet Indonesia, awal memperoleh pembiayaan sebesar Rp.90.000.000.000 dan kemudian di take over ke PT. Mulya Walet Indonesia, sehingga jumlah pembiayaan sebesar Rp.175.000.000.000

Selanjutnya PT. Jasa Mulya Indonesia, memperoleh pembiayaan Rp.276.000.000.000, PT. Borneo Walet Indonesia, memperoleh pembiayaan Rp.125.000.000.000

“Untuk Group Walet, total Fasilitas Pembiayaan yang diberikan LPEI sebesar Rp.576.000.000.000. Dari perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara maka penyidik menetapkan Tersangka,”tegasnya

Adapun sambung Leo, AS selaku Direktur Pelaksana IV/Komite Pembiayaan dan selaku Pemutus awal s/d akhir Group Walet. FS selaku Kepala Divisi Pembiayaan UKM 2015-2018, S selaku Direktur PT. Jasa Mulia Indonesia, PT. Mulia Walet Indonesia dan PT. Borneo Walet Indonesia, Group Johan Darsono, terdiri dari 12 perusahaan. Yakni PT Kemilau Kemas Timur (menerima pembiayaan sebesar Rp.200.000.000.000, CV Abhayagiri Timur (menerima pembiayaan sebesar Rp.15.000.000.000, CV Multi Mandala (menerima pembiayaan sebesar Rp.15.000.000.000, CV Prima Garuda (menerima pembiayaan sebesar Rp.15.000.000.000, CV Inti Makmur (menerima pembiayaan sebesar Rp.15.000.000.000, PT Permata Sinita Kemasindo, (menerima pembiayaan sebesar Rp.200.000.000.000, PT Summit Paper Indonesia, (menerima pembiayaan sebesar Rp.199.600.000.000, PT Ellite Paper Indonesia, (menerima pembiayaan sebesar Rp.200.000.000.000 (dua ratus miliar rupiah), PT Everbliss Packaging Indonesia, (menerima pembiayaan sebesar Rp.200.000.000.000 (dua ratus miliar rupiah), PT Mount Dreams Indonesia, (menerima pembiayaan sebesar Rp.645.000.000.000, PT Gunung Geliat, (menerima pembiayaan sebesar US$ 30 Juta atau Eqv. IDR (*kurs:11.500) senilai Rp.345.000.000.000, PT Kertas Basuki Rahmat, (menerima pembiayaan sebesar US$ 45 Juta atau Eqv. IDR (*kurs:11.500) senilai Rp.460.000.000.000

“Untuk Group Johan Darsono, total Fasilitas Pembiayaan yang diberikan LPEI sebesar lebih kurang Rp.2.100.000.000.000.

“Saat ini masih dilakukan perhitungan kerugian keuangan Negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI,”pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *