Asset Recovery, Kejagung Telusuri Keterlibatan Pihak Lain Terkait Kasus Asabri

oleh -128 views
foto: Antara.com

Beritaobserver.Com–Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut dugaan keterlibatan pihak lain yang diduga ikut bersama-sama menikmati hasil korupsi terkait kasus dugaan korupsi Asabri. Hal ini dilakukan untuk kepentingan pengembalian aset (Asset Recovery))

“Bisa saja nanti berkembang lagi (tersangkanya),” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Kejagung), Supardi, saat dihubungi, Senin (17/1/2022), di Jakarta.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan menegaskan, saat ini pihaknya tetap fokus melakukan asset recovery untuk pengembalian kerugian negara. Dia juga menambahkan, tim penyidik perkara Asabri telah memiliki daftar aset yang diduga terafiliasi dengan terdakwa maupun tersangka yang saat ini berada di luar, baik berupa saham maupun aset lainnya.

Selain itu, lanjutnya, penyidik terus maksimalkan pengejaran aset perkara Asabri oleh penyidik bukan tanpa alasan. Sebab sejumlah fakta terungkap dalam persidangan kasus Asabri. Diantaranya dugaan aset-aset yang disamarkan atas nama pihak lain atau mitranya.

“Kalau arahnya kesana pasti akan kita panggil. Apalagi kalau keteranganya penting tentu mereka harus kita panggil lagi (diperiksa),”ujar Supardi.

Terkait perburuan aset perkara Asabri lanjut Supardi, jajaranya akan terus dilakukan mengingat penyidik telah mengindikasi ada sejumlah aset yang sengaja disamarkan atau dialihkan untuk menghindari penyitaan.

Menurutnya, aset milik terdakwa Benny Tjokro dari pengakuan kuasa hukumnya telah disita bahkan melebihi tanggungan Benny , walaupun pernyataan itu juga harus dibuktikan terlebih dahulu.

Dalam perkara Asabri sendiri, majelis hakim Tipikor telah memvonis enam terdakwa dengan vonis berbeda. Dari 15 tahun hingga 20 tahun. Sementara Heru Hidayat dituntut mati.

Menyingkapi kemungkinan majelis hakim mengabulkan tuntutan jaksa penuntut umum, menvonis mati terdakwa Heru Hidayat, Supardi menyatakan akan tetap mengoptimalkan pelacakan aset-asetnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan PPA (Pusat Penelusuran Aset) Kejagung dan PPATK (Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan) untuk mentracing aset yang terafiliasi dengan mitra terpidana.

“Ya nanti kita lihat, kemana saja aset-asetnya mengalir akan kita tracing,” jawab Supardi.

Sebelumnya, tim penyidik juga telah memeriksa empat saksi dalam perkara Asabri. Mereka adalah LMP selaku Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI. Kemudian saksi YM dan HE selaku Karyawan PT. ASABRI (Persero)/staff pada Divisi Manajemen Portofolio.

Mereka diperiksa terkait kronologis penempatan dana PT ASABRI (Persero) pada 6 produk reksadana PT. Asia Raya Kapital. Terakhir saksi TSN selaku Wiraswasta/Penjual Besi, diperiksa terkait transaksi saham SUGI, BCIP, dan SIAP (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *