Inilah Alasan, Tony Spontana Bangun Posko Pemadam Kebakaran Di Badiklat Kejaksaan

oleh -1,162 views
Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Tony Spontana didampingi Sekretaris Badiklat (Sesbadiklat) Kejaksaan RI, Jaya Kesuma, meresmikan pembangunan Posko Pemadam Kebakaran, Menumen wakil Jaksa Agung, dan ronovasi masjid di area Badiklat Kejaksaan

“Tentu Kita belum melupakan kepedihan sepenuhnya ya tragedi tanggal 22 Agustus 2020, ketika gedung utama Kejaksaan Agung di Blok M musnah, dikatakan musnah karena diratakan dari nol dibangun kembali, Saya kira kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung bisa dikatakan yang terbesar terjadi di DKI jakarta. Besar masif dan kerugiannya lebih dari satu Triliun,”kata Kabandiklat, Tony Spontana di Jakarta.

Beritaobserver.com–Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Tony Spontana dan Sekretaris Badiklat (Sesbadiklat) Kejaksaan RI, Jaya Kesuma berhasil menorehkan tinta emas bagi nama koprs Adhyaksa. Pasalnya, sejumlah fasilitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat dibangunnya.

Sebut saja, Pos Pemadam Kebakaran, pembangunan pedestrian (trotoar jalan) untuk pejalan kaki di depan halaman komplek Badiklat Kejaksaan RI yang berlokasi di Jalan Raya Harsono RM, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, renovasi masjid dan gedung prasasti tugu Wakil Jaksa Agung dari masa ke masa dan gedung dan Pembangunan Gedung Ikatan Adhyaksa Dhramakarini (IAD)

Hasilnya jerih payah jajaran Badiklat Kejaksaan, mendapatkan apresiasi dari Gubernur DKI JakartaAnies Rasyid Baswedan.

“Tentu Kita belum melupakan kepedihan sepenuhnya ya tragedi tanggal 22 Agustus 2020, ketika gedung utama Kejaksaan Agung di Blok M musnah, dikatakan musnah karena diratakan dari nol dibangun kembali, Saya kira kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung bisa dikatakan yang terbesar terjadi di DKI jakarta. Besar masif dan kerugiannya lebih dari satu Triliun,”kata Kabandiklat, Tony Spontana di Jakarta.

Menurut Tony Spontana, dibangunnya Posko Damkar di Badiklat Kejaksaan RI ini bertujuan mengantisipasi terjadinya kebakaran dan bencana-bencana lain yang perlu juga ditanggulangi dan diselamatkan dari jatuhnya korban jiwa dan harta benda.

Pria yang dikenal tegas dan disiplin ini menegaskan dengan tersedianya pos pemadam kebakaran, diharapkan mampu mengantisipasi bencana kebakaran.

“Kita antisipasi dan penyediaan perangkat pencegahan dan pengamanan kebakaran tentu menjadi relevan,”ujarnya

Berangkat dari Pengalaman kebakaran yang menghanguskan gedung Kejaksaan Agung, sambungnya, dirinya menyetujui usulan yang disampaikan sebadiklat untuk menyediakan lahan pos pemadam kebakaran di area Badiklat.

“Saya tidak berfikir dua kali langsung menyetujui usulan pak Sesbadiklat untuk menggunakan sebagian dari lingkungan Badiklat membangun gedung Pos Damkar,” ujar Tony Spontana.

Lantaran hal itulah, Tony memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Suku Dinas Kebakaran Jakarta Selatan.

“Untuk menggunakan sebagian dari lingkungan Badiklat seperti Pos Pemadam Kebakaran saya tidak terfikir dua kali, segera menyetujui. apalagi, Badiklat Kejaksaan memiliki area 4,5 hektar disini, lebih luas kurang lebih satu hektar dari lingkungan Kejaksaan Agung, oleh karena sangat beralasan Badiklat Kejaksaan dilengkapi perangkat pencegahan dan antisipasi terjadinya bencana kebakaran,” tutur mantan kajati DKI jakarta sembari menambahkan hal ini mejadikan antisipasi resiko dilingkungan Badiklat,”tegasnya.

Apalagi lanjutnya, dengan adanya pos pemadam kebakaran, bisa memberikan ketenangan pegawainya dalam bekerja.

“Sejatinya yang utama adalah bagaimana membangun lingkungan tempat kita bekerja itu semakin nyaman untuk meningkatkan keselamataan keamanan dan kenyamanan,” terangnya.

Terkait kegunaan Posko Damkar pada Badiklat Kejaksaan RI, Tony mengatakan. operasionalnya tidak hanya di wilayah Jakarta Selatan saja, melainkan dipersembahkan untuk masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

“Ini kan mulia!” tandas Tony Spontana.

Dia berharap tidak terjadi bencana kebakaran selama Posko Damkar berdiri di Badiklat Kejaksaan RI.

“Mudah-mudahan selama Posko Damkar ini berdiri di Badiklat Kejaksaan RI ini, mobil pemadam kebakarannya tidak pernah terlibat,” tukas Tony Spontana.

PEDESTRIAN

Selain posko pemadam Kebakaran, Kabadiklat dan Sesbadiklat juga membangun pedestrian bagi pejalan kaki. Sebelumnya Pagar Badiklat yang dulu sangat mepet dengan jalan raya hingga tidak ada pedestrian (pejalan kaki) dan tidak ada jarak sejengkalpun, sementara semakin hari smakin lalu lintas disini manusia dan kendaraan semakin padat. Dan tentu ini mengurangi kenyamanan, Oleh karena itu ini adalah wujud dari kolaborasi antar kementrian lembaga dan pemerintah daerah .

“Kami istilahnya mewakafkan bukan hibah dan bukan pemindahan tangan ini, mewakafkan 350 meter kali kurang lebih 61 meter untuk pembangunan trotoar pedestrian, dan itu ternyata sangat signifikan manfaatnya yang dirasakan sendiri oleh para pengguna jalan dan masyarakat sekitar,”

“Selain tentunya menambah indah dan rapi,”pungkasnya (REN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *