BeritaObserver.Com, Jakarta–Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Indonesia pasca kematian Affan Kurniawan akibat terlindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/08) silam, hingga kini masih terus terjadi diwilayah Daerah Khusus Jakarta dan daerah Indonesia lainnya.
Bukan hanya pembakaran dan perusakan kantor Kepolisian saja yang menjadi sasaran, gedung DPRD dan Gubernur Jawa Timur pun ikut menjadi sasaran amukan massa yang tidak terkendali.
Terbaru rumah pribadi anggota DPR RI dari partai Nasdem, Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, dua politisi Partai amanat Nasional, Eko Patrio dan Uya Kuya serta menteri keuangan Sri Mulyani juga dijarah ratusan orang tak dikenal.
Menyingkapi itu, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Perintah tegas tersebut langsung disambut Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang menegaskan bahwa aparat keamanan akan mengambil langkah tegas untuk menghentikan aksi anarkis yang meresahkan masyarakat.
Dalam keterangan resminya, Kapolri menyoroti sejumlah kerusuhan yang terjadi belakangan ini, termasuk pembakaran dan perusakan fasilitas umum.
Sigit menegaskan bahwa tindakan tersebut sudah melewati batas kebebasan dalam menyampaikan pendapat.
“Tadi Bapak Presiden memintakan kepada saya dan Panglima…
TNI dan Polri diminta untuk mengambil langkah tegas sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku,” ujar Kapolri, Sabtu (30/8).
Selain itu, Kapolri memastikan proses hukum terkait kasus meninggalnya seorang driver online akan berjalan cepat, transparan, dan terbuka untuk diawasi publik.
Hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum serta mengurangi potensi gejolak sosial yang lebih besar.
Kapolri juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menjaga persatuan demi kedamaian bangsa.
Sebelumnya, demonstrasi memanas di Jakarta dan kota-kota lain setelah pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan taktis Brimob. Jumlah korban jiwa akibat demonstrasi di Makassar bertambah menjadi empat orang
Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat terjebak di dalam ruangan saat massa demonstran membakar kantor DPRD di Kota Makassar pada Jumat, (29/08) petang hingga Sabtu (30/08) dini hari.
Hingga Sabtu (30/08) sore, aksi unjuk rasa masih berlanjut di wilayah lain seperti di Bali, Surabaya, Mataram, Semarang, Cirebon, Yogyakarta, dan Jakarta. Demonstrasi di sejumlah wilayah berujung ricuh disertai pengrusakan gedung institusi dan pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Sejumlah aksi yang berlangsung dalam dua hari terakhir sudah mengarah ke tindakan anarkis. Mulai dari pembakaran gedung, pembakaran fasilitas umum, penyerangan terhadap markas-markas, dan ada area fasilitas umum yang juga dilakukan pembakaran.
Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal pekan, yang dipicu kenaikan tunjangan DPR. Namun aksi penolakan kenaikan tunjangan gaji, mulai melenceng dari tujuan lantaran 7 anggota Brimob yang mengenderai kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/08) silam menabrak dan melindas supir Ojol Affan Kurniawan hingga tewas di Kwitang Jakarta Pusat.
Adapun ketujuh anggota Brimob sudah ditahan penyidik Kepolisian di Rutan Khusus (REN)





